• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu

Jelang Pilkada 2020, Dewan Pers Ajak Media Di Kediri Netral

12 October
07:38 2019
1 Votes (5)

RRI, Kediri: Menjelang digelarnya Pilkada Tahun 2020, Dewan Pers mengajak seluruh media lokal maupun Nasional di Kediri bersikap netral.

Upaya ini diwujudkan dengan mengundang puluhan media massa di Kediri, dalam Workshop Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, di Hotel Insumo Palace Kediri, Jumat (11/10/2019).

Menurut Anggota Dewan Pers, Agus S, agenda workshop di Kediri ini untuk mengingatkan kepada rekan media, bahwa pada tahun 2020 ada sebanyak 270 Pilkada Serentak di seluruh Tanah Air. Masing-masing pemilihan umum tingkat daerah ini menyebar di sejumlah provinsi, hingga kabupaten maupun kota.

"Oleh karena itulah, kami Dewan Pers mengajak media massa di Kediri dan di penjuru Nusantara untuk tidak memihak siapa pun dan mari kita mempublikasikan berita Pilkada secara netral," kata salah satu Anggota Dewan Pers, yang juga didapuk sebagai Pemateri, Workshop Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, di Hotel Insumo Palace Kediri, Jumat (11/10/2019).

Dia mengimbau, di tengah maraknya berita hoax yang bermunculan di Tanah Air, dan menjelang Pilkada tahun 2020, sudah selayaknya media menghadirkan berita yang "mencerahkan" dan tidak memicu konflik.

"Saat ini, wartawan juga harus jeli, dalam mewawancarai seorang narasumber. Jangan sampai mudah terprovokasi oleh pernyataan yang menjurus pada isu tertentu, lebih baik mengabarkan berita yang adem, sehingga kondusivitas di tengah masyarakat tetap terjaga," ujarnya.

Terkait dengan agenda Workshop saat ini, harap dia, hal ini bisa menjadi upaya menambah tingkat Partisipasi masyarakat pada Pilkada tahun depan. Kemudian, juga mengajak kalangan jurnalis untuk ikut mengawasi jalannya Pilkada dan pasca Pilkada mendatang.

Di lokasi ini, Agus juga memaparkan, terkait perkembangan media mainstream pada era kekinian. Seperti halnya e-commerce, search engine, dan social media yang diyakini menjadi media arus utama di tingkat global pada masa sekarang.

"Sementara di Indonesia, masyarakat masih menganggap media koran, radio, dan TV sebagai media mainstream. Namun, idealnya pengelola media tersebut mawas diri, karena diperkirakan 2-3 tahun ke depan, media tersebut akan dinilai media konvensional di Tanah Air, sehingga mereka harus bertransformasi dengan dunia digital agar tetap menarik bagi publik," katanya.

Menanggapi isu Pilkada Tahun 2020, Ketua Bawaslu Kota Kediri, Mansur menyatakan, bahwa pesta demokrasi ini hendaknya bisa diikuti oleh segenap masyarakat yang sudah memenuhi syarat memilih. Di lain pihak, jika tingkat partisipasi masyarakat di Kediri sudah baik pada Pileg dan Pilpres tahun 2019, maka pada Pilkada tahun 2020 yakni di Kabupaten Kediri dapat lebih ditingkatkan.

"Di samping itu, masyarakat sebagai Pemilih juga diharapkan bisa memilih pemimpin yang tidak menerapkan money politic, black campaign, ataupun melakukan pelanggaran lainnya. Dengan begitu, Pilkada ke depan bisa berjalan secara bersih dan sesuai harapan rakyat," katanya. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00