• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Hindari Stroke dan Serangan Jantung, OMRON Healthcare Indonesia & InaSH Rekomendasikan Pemeriksaan Tekanan Darah Berkala di Rumah

8 October
18:06 2019
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya: Penyakit Diabetes dan Hipertensi yang saling berhubungan erat menjadi kewaspadaan bagi Rokhani, (64 thn), seorang Penderita Diabetes Type II di Sidoarjo Jawa Timur. Sebab, bukan rahasia lagi jika diabetes melitus menjadi ‘teman akrab’ hipertensi.  

“Saya dianjurkan tidak mengonsumsi gula maupun garam berlebihan. Memang tidak semua kasus diabetes ditemukan adanya faktor resiko hipertensi. Tapi Saya memeriksa secara rutin kadar gula darah dan tekanan darah Saya sendiri di rumah untuk memastikan bahwa perawatan yang Saya jalani dapat berefek positif.”ungkap Rokhani, Selasa, (8/10/2019). 

Menurutnya, mengontrol tekanan darah secara disiplin bukan sekedar menghindari komplikasi mikrovaskuler, tetapi juga komplikasi makrovaskuler. 

“Sesuai saran Dokter, Saya mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dan tinggi protein. Juga memperhatikan asupan karbohidrat untuk menjaga gula darah. Kalau untuk menghindari darah tinggi Saya juga diet rendah garam, agar tekanan darah tetap normal.”jelasnya. 

Pemeriksaan tekanan darah sendiri baik bagi penderita Diabetes seperti Rokhani, maupun masyarakat lain yang sehat, penting dilakukan. Sebab, tekanan darah tinggi terkadang tidak memiliki tanda-tanda atau gejala, dan bisa terjadi pada siapa saja.  

Berdasarkan data Sample Registration System (SRS) Indonesia, 2014, dikutip oleh Kementerian Kesehatan RI pada Mei 2019, Hipertensi merupakan penyebab kematian kelima terbesar di Indonesia. Sementara itu, Riset dari World Health Organization (2015) menyebutkan bahwa 1 dari 4 laki-laki dan 1 dari 5 perempuan di seluruh dunia saat ini berisiko menderita hipertensi. 

Hipertensi termasuk dalam penyakit katastropik yang berkontribusi terhadap tingginya pengeluaran untuk rumah sakit, dokter dan obat-obatan. BPJS Kesehatan mencatat bahwa pada 2014-2018 dana yang dihabiskan untuk penyakit katastropik mencapai Rp 78,3 triliun. 

Hal ini menjadi perhatian OMRON Healthcare Indonesia, produsen terdepan di segmen alat tensimeter digital. Bekerjasama dengan Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH), OMRON ingin berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dengan merekomendasikan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di rumah. 

Kedua pihak mengedukasi masyarakat mengenai hipertensi dan pengendaliannya di rumah melalui kampanye CERAMAH Cek Tekanan Darah di Rumah yang telah diluncurkan tahun lalu. Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia Yoshiaki Nishiyabu mengatakan, mengingat cepatnya hipertensi meluas di kalangan masyarakat Indonesia, deteksi awal dan pemantauan secara berkelanjutan sangatlah penting.  

“Jika tidak dirawat dan dipantau dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi. Masyarakat perlu disadarkan bahaya hipertensi dan cara pencegahannya, termasuk pemeriksaan tekanan darah sendiri di rumah.”jelas Nishiyabu.

Sebagai solusinya, OMRON Healthcare Indonesia bekerjasama dengan berbagai organisasi kesehatan menawarkan peralatan kesehatan yang andal dan mudah digunakan untuk membantu pengguna memantau tekanan darah.  

“InaSH akan sangat membantu kami mencapai visi dalam kampanye global OMRON bertajuk ‘Zero Event’, yang bertujuan mengurangi insiden terjadinya penyakit yang mengancam jiwa, yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, sampai tak ada sama sekali."ujarnya. 

Nishiyabu menambahkan, OMRON terus berkomitmen membantu mewujudkan masyarakat sehat dengan nol kasus serangan jantung, stroke, dan lainnya.  Di Indonesia, OMRON mendukung InaSH dalam menyebarkan pesan-pesan mengenai bahaya hipertensi dan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di rumah. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur di rumah terbukti sukses memantau hipertensi, efek pengobatan, mendeteksi hipertensi yang belum terlihat, gejala yang sulit dikenali serta tetap membuat dokter bisa mengawasi hasil pantauan.  

“Ini sejalan dengan komitmen OMRON untuk membangun masyarakat dengan kehidupan yang sehat dan nyaman dengan mempromosikan pencegahan penyakit yang berawal dari gaya hidup tidak sehat. Komitmen utama kami adalah membantu masyarakat menjalani hidup sehat dengan menyediakan teknologi yang canggih, bermanfaat dan terjangkau,” tambah Nishiyabu. 

Sementara itu, Ketua Umum InaSH dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH menjelaskan, Hipertensi merupakan penyebab kematian (mortality) dan kesakitan (morbidity) terbanyak di seluruh dunia baik di negara yang sedang berkembang maupun di negara maju.  

“Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI 2018, prevalensi hipertensi adalah sebesar 34,1% dari populasi usia dewasa dan menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah. Karena itu perlu upaya Gerakan Peduli Hipertensi GPH sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Sehat GERMAS sebagai upaya pencegahan.”ungkapnya. 

Dikatakan, saat ini ada paradigma baru dalam tatakelola hipertensi, yang meliputi diagnosis, klasifikasi, pilihan obat-obatan dan target tekanan darah yang harus dicapai, yang telah disarikan dari berbagai panduan tentang hipertensi yang ada.  

“InaSH kemudian merangkumnya dalam Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019, yang diluncurkan pada bulan Februari yang lalu. Diagnosis hipertensi tidak lagi hanya didasarkan atas pengukuran tekanan darah di rumah sakit atau klinik praktik dokter, yang disebut dengan “Office Blood Pressure”, tapi dianjurkan melakukan pengukuran tekanan darah di rumah atau disebut “Out of Office Blood Pressure” dimana CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) termasuk dalam kategori ini.”tegasnya. 

Kepatuhan makan obat dan perhatian atas kesehatan diri sendiri, lanjut dr. Tunggul D. Situmorang, juga diharapkan meningkat dengan cara ini. Sehingga pencapaian target tekanan darah lebih mudah tercapai.

“Dampaknya, kerusakan organ vital seperti jantung, syaraf, ginjal, dan pembuluh darah, dapat dihindari. Anjuran menjalani gaya hidup sehat sangat direkomendasikan sebagai bagian dari pengobatan hipertensi.”ungkap dr. Tunggul D. Situmorang. 

Adapun manfaat HBPM pada populasi khusus tambah dr. Tunggul D. Situmorang, yakni bagi Lansia variabilitas TD cenderung tinggi, dan whitecoat hypertension sering terjadi, bagi penderita Diabetes maka kontrol TD yang ketat sangat penting dan pemantauan TD di rumah dapat membantu mencapai hal ini. Sementara bagi wanita hamil, deteksi dini preeklampsia dapat dilakukan melalui pemantauan TD di rumah. Sedangkan untuk penyakit ginjal, TD lebih berfluktuasi dan pemantauan TD di rumah membantu untuk memantau. 

“Para dokter di Indonesian Society of Hypertension (InaSH) yang sebagian besar sudah berpraktik lebih dari 10 tahun, merekomendasikan HBPM.”katanya. 

Kampanye CERAMAH diluncurkan pada 2018 sebagai upaya untuk menurunkan prevelansi hipertensi yang saat ini masih tinggi di Indonesia dimana 1 dari 3 orang Indonesia terkena hipertensi.(ER)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00