• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Akibat Puntung Rokok, Lahan Hutan Seluas 10 Hektare Di Kediri Terbakar

6 October
14:09 2019
1 Votes (5)

RRI, Kediri: Diduga akibat puntung rokok yang dibuang oknum tak bertanggung jawab, lahan hutan seluas 10 hektare di Petak 148-1 Ha, kawasan RPH Besowo, BKPH Pare, KPH Kediri terbakar. Kejadian ini terlihat pada hari Sabtu 5 Oktober 2019, sekitar pukul 05.30 hingga pukul 11.30 WIB.

"Dari pantauan kami, lokasi musibah kebakaran lahan hutan ini masuk LMDH Tani Makmur. Tepatnya, di Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Randy Agatha, di Kediri, Minggu (6/10/2019).

Dengan kejadian ini, ungkap Randy, petugas gabungan langsung melaksanakan pemantauan dan pemadaman hutan dan lahan. Yang mana, sumber informasi dari peristiwa kebakaran lahan hutan ini diperoleh berdasarkan keterangan Pokja LMDH Rimba Lestari, yang masuk wilayah HPD Tani Makmur.

"Kemudian, 3 staf RPH Besowo, 5 staf RPH Pandantoyo, 4 staf RPH Manggis, 2 personil BPBD Kabupaten Kediri bersama 6 orang dari LMDH Rimba Lestari,  LMDH Tani Makmur 15 orang, serta Polmob 6 orang, dan petugas perkebunan 10 orang langsung menuju lokasi kebakaran. Upaya ini juga dipandu Asper Pare dan Waka Utara KPH Kediri," katanya.

Mengenai sumber api, kata dia, penyebab kebakaran ini diduga berasal dari puntung rokok orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagai dampaknya, peristiwa ini lantas membakar area rumput kering (ilalang) kurang lebih seluas 10 Hektar.

"Luasan area rumput kering atau ilalang yang terbakar sekitar 10 hektare lebih. Lalu, taksiran kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 1.500.000," katanya.

Terkait upaya penanggulangan, lanjut dia, petugas BPBD Kabupaten Kediri bersama pihak berwenang menuju lokasi titik api, dan membuat ilaran. Kemudian, juga berkordinasi dengan Pihak Perkebunan dan Anggota LMDH Rimba lestari dan LMDH Tani Makmur.

"Dari penanganan ini, alhamdulillah kini api berhasil dipadamkan," katanya. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00