• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Di Peringatan Hari Jantung, Ini Pesan Legislator PDIP Dyah Katarina

29 September
16:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Peringatan Hari Jantung sedunia jatuh pada tanggal 29 September. Dalam Peringatan Hari Jantung, anggota DPRD Surabaya, Dyah Katarina mendukung program-program pemerintah yang bersifat preventif dan promotif guna mencegah penyakit mematikan itu. Namun demikian menurutnya, langkah preventif tak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Masyarakat diharapkan juga harus memiliki kesadaran pola hidup sehat.

“Kalau pemerintah kan punya program posyandu, atau kampanye kesehatan,” terangnya., Minggu (29/9/2019)

Menurut legislator ini, apabila tak ada kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri akan menjadi beban bagi mereka dan pemerintah. Pasalnya, jika banyak yang menderita penyakit jantung, ongkos yang ditanggung juga besar.

“Sekarang kan banyak yang suka makan makanan kolesterol tinggi. Kalau gak punya masalah kesehatan gak apa-apa, tapi jika sebelumnya punya riwayat penyumbatan, kan bisa fatal,” sebutnya

Tidak hanya makan-makanan yang kadar lemaknya tinggi. Untuk mencegah penyakit jantung, gaya hidup masyarakat harus diperhatikan, diantaranya kebiasaan merokok. Politisi PDIP yang telah mendaftar sebagai bakal calon walikota Surabaya 2020 ini mengharapkan, masyarakat agar care terhadap masalah kesehatan, karena resikonya jika sakit, tidak saja pihak yang bersangkutan yang merasakan, keluarganya akan kerepotan.

“Ini yang harus dipahami masyarakat,” tutur Istri Mantan Walikota Surabaya, Bambang DH

Dyah menambahkan, kegiatan “Car Free Day” merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan itu bermaksud agar masyarakat bisa menghirup udara sehat dan melakukan gaya hidup sehat dengan berolahraga.

“Namun sebenarnya untuk menjaga kesehatan tak harus menunggu car free day, masyarakat bisa jalan-jalan di sekitar lingkungan mereka,” paparnya

Anggota DPRD Surabaya yang terpilih kedua kalinya ini mengapresiasi banyaknya komunitas-komunitas senam di lingkungan masyarakat seperti Komunitas Senam Lien Tien Kung. Ia mengaku, banyak pilihan sebenarnya dalam berolahraga. Bahkan, menurutnya, dengan duduk santai bisa meniru gerakan-gerakan olahraga melalui youtube.

“Tinggal ada kemauan atau tidak,” ujar Alumnus Psikologi Unair

Ia mengakui, untuk mendorong masyarakat agar termotivasi berolahraga bisa saja memerlukan gerakan bersama. Menurutnya, biasanya masyarakat bersemangat, jika kegiatan itu digaungkan dan dilaksanakan secara serentak.

“Misalnya dibuatkan lomba, sehingga termotivasi. Awalnya memang diobraki, akhirnya kan jadi kebutuhan. Jika sudah biasa, kalau gak berolahraga kan rasanya gak enak,” katanya.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00