• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik & Pemerintahan

Paripurna Penetapan Pimpinan DPRD Jatim Diwarnai Interupsi

16 September
13:43 2019
1 Votes (5)

KBRN,  Surabaya: Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur dengan Agenda Penetapan Pimpinan Definitif Periode 2019-2024, Senin, (16/9/2019) diwarnai interupsi anggota.

Usai Pimpinan Sementara DPRD Kusnadi menyampaikan susunan nama-nama Pimpinan Dewan, Basuki Babusalam dari Partai Amanat Nasional PAN menyampaikan masukan terkait penggunaan Mars Jawa Timur dalam acara resmi di lingkungan Pemprov Jatim.

"Mohon ijin berbicara sedikit. Yang pertama yang sederhana, tapi mohon pencermatan adalah ada kegelisahan. Berawal dari penyelenggaraan HUT Kemerdekaan di Grahadi, kami sangat berbahagia mendapat undangan HUT Pemprov Jatim, penyajiannya juga hebat mulai dari lagu-lagu nasional sampai lagu yang disajikan dengan baik. Sayangnya tidak ada dinyanyikan lagu Mars Jawa Timur. Mohon dicermati, secara kelembagaan bisa diingatkan." katanya.

Selanjutnya, Basuki menyampaikan soal pemotongan pajak bagi anggota DPRD Jatim.

"Ini sederhana tapi dampaknya luar biasa. Selama ini, ada potongan resmi kurang lebih Rp. 10 Juta sekian untuk PPh. Padahal kalau Saya cermati pada PP 18/2017, disana dengan jelas disampaikan bahwa Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD dibebankan pada satu APBD. Harusnya potongan pajak itu hanya Rp. 2 Juta an."jelas Basuki.

Kelebihan bayar 8 juta per anggota, kata Basuki, jika dikali 100 anggota dewan maka setahun mencapai Rp. 100 juta dan selama lima tahun maka mencapai Rp. 500juta.

"Mohon ijin, Kalau ini menyangkut hajat Saya pribadi gak papa, tapi ini menyangkut 100 orang lebih dan konstituen masing-masing, Saya minta waktulah. Jadi ini ada kelebihan bayar yang besar. Karena ini bagian dari kealpaan, Maka ini mohon menjadi perhatian Pimpinan, dipertimbangkan."ungkap Basuki.

Interupsi pertama disampaikan Hasan Irsyad, dari Partai yang menyampaikan bahwa poin yang disampaikan tersebut. sangat baik, tapi forumnya tidak disampaikan dalam Rapat Paripurna.

"Barangkali poin yang disampaikan forumnya tidak disini. Mungkin Pimpinan definitif bisa menindaklanjutinya nantinya. Hal-hal teknis seperti ini bukan disini."ujar Irsyad.

Armuji dari PDI Perjuangan, juga memberikan interupsi agar pembahasan soal kelebihan pajak itu dibahas di forum lain.

Ketua DPRD Jatim Sementara Kusnadi menyikapi saran dari Basuki Babusalam sebagai hal yang biasa sebagai bentuk mencari kejelasan.

"Kita sebagai Wajib Pajak memang umumnya jarang mencermati. Tapi Kita langsung minta pada Sekretariat Dewan untuk mensosialisasikan pada Anggota berapa sih kewajiban pajak kita. Sakjane kewajiban pajakku iku piro. Intinya Kita memang tidak mencermatinya selama ini. Panjenengan pernah tidak meneliti pajaknya? Belum tentu. Ya seperti itu."Jelas Kusnadi.

Sahat Tua Simanjuntak saat dikonfirmasi juga mengakui bahwa Ia belum mengecek terkait persoalan potongan pajak penghasilan. Namun pada prinsipnya kata Politisi Golkar itu, Anggota Dewan harus menyadari ada kewajiban pajak.

"Apa yang disampaikan Pak Basuki menurut Saya idealnya bisa disampaikan ke Pimpunan Fraksi yang akan dibicarakan Pimpinan Dewan dan Sekretariat. Menurut Saya kurang tepat, jika Rapat Paripurna ini membahas masalah pemotongan pajak. Karena Kita ini harus malu, bisa menimbulkan rasa kurang simpatik dari Rakyat. Dari gaji Kita saja, rakyat sudah banyak yang kurang simpatik karena merasa dewan itu dengan banyak fasilitas, belum sebanding dengan kinerjanya. Saya bisa memahami apa yang disampaikan, tapi mungkin waktu dan tempatnya tidak tepat."jelasnya.

Sementara itu, DPRD Provinsi Jawa Timur akhirnya menetapan Pimpinan Definitif DPRD, dalam Rapat Paripurna DPRD Senin, (16/9/2019).

Kusnadi yang sebelumnya menjabat Ketua Sementara ditetapkan sebagai Ketua DPRD Jatim. Politisi PDI Perjuangan itu didampungi Abdul Halim Iskandar sebagai Wakil DPRD Jatim dari PKB,
Anwar Sadad Wakil DPRD Jatim Gerindra, Ahmad Iskandar Wakil DPRD Jatim Demokrat, DAN Sahat Tua Simanjuntak Wakil DPRD Jatim Golkar

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00