• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & HAM

Pengamat Hukum Unitomo : DPR Harus Respon Suara Penolakan Revisi UU KPK

10 September
07:07 2019
1 Votes (5)

Berbagai penolakan disampaikan atas rencana DPR RI membahas revisi Undang Undang KPK. Selain masyarakat sipil, kalangan civitas akademika juga bersuara. Satu diantaranya disampaikan Pengamat Hukum Dr Siti Marwiyah SH, MH yang juga sekaligus selaku Wakil Rektor I bidang akademik  Universitas Dr Soetomo (Unitomo).

Siti menjelaskan bahwa penanggulangan korupsi adalah agenda reformasi sehingga seluruh elemen harus bangkit untuk melakukan pengawalan. 

" Lahirnya KPK merupakan puncak dari berbagai upaya pemberantasan korupsi karena sifat korupsi yang sistematis dan berdampak pada keuangan negara membuat penegakannya tidak mampu dilaksanakan secara konvensional. Dan usulan partai-partai di DPR akan melemahkan KPK dalam menjalankan tugasnya, " jelas Siti di kampus Unitomo Surabaya, Senin ( 9/09/2019 ).


Lebih lanjut Siti Marwiyah menambahkan DPR sebagai wakil rakyat perlu melakukan kajian mengajak ahli, akademikus dan masyarakat merespon penolakan yang terjadi.

Soal isi draf revisi mengenai pembatasan penyadapan oleh KPK dimana penyadapan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dewan pengawas KPK, siti merespon bahwa upaya optimal penyadapan yang sudah dilakukan KPK selama ini dalam mengikis korupsi akan menjadi lemah.

" Berharap besar pada Presiden karena dalam tata hukum di Indonesia pasca amandemen adanya perencanaan dan revisi suatu undang-undang bermuara pada persetujuan Presiden dalam bentuk tanda tangan, " tandasnya

Sementara itu di Jakarta mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas dan mantan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki pun juga menilai bahwa usulan revisi UU KPK justru tidak menguatkan KPK.

  • Tentang Penulis

    Indra Mahadi

    &lt;&nbsp; indracahyono77@gmail.com&nbsp; &gt;<br />

  • Tentang Editor

    Indra Mahadi

    &lt;&nbsp; indracahyono77@gmail.com&nbsp; &gt;<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00