• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Kenalkan Sosial Masyarakat Pelajar di Surabaya Blusukan Kampung Pecinan Tambak Bayan

29 August
13:31 2019
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya : Pengenalan sosial masyarakat dilakukan SMAK St. Hendrikus Surabaya. Siswa-siswi diajak untuk peka terhadap sesama.

Para pelajar ini diajak melihat secara langsung kehidupan masyarakat di kampung Pecinan Tambak Bayan yang terletak di Jl. Tambak Bayan Tengah Surabaya. Kampung ini unik karena didominasi oleh orang Tionghoa yang secara ekonomi masih berada di bawah garis kesejahteraan. 

Apa yang dilakukan adalah suatu hal yang berlawanan dengan stigma masyarakat bahwa selama ini orang Tionghoa adalah orang yang dengan keadaan ekonomi yang selalu tinggi dan mapan. 

Oleh karenanya, tempat ini menjadi salah satu destinasi menarik bagi para peneliti sosial mengapa hal itu bisa terjadi, secara khusus di kota Surabaya ini. 

Berangkat dari keunikan itulah maka SMAK St. Hendrikus Surabaya berkunjung ke Kampung Pecinan Tambak Bayan tersebut. 

"Kegiatan ini menarik untuk melibatkan para siswa SMAK St. Hendrikus agar mereka lebih peka dalam melihat realitas sosial yang ada sekaligus dapat menganalisisnya", ungkap Suster Yuliana Antin Kaswarini, MC Kepala SMAK St. Hendrikus Surabaya, Rabu (28/8/2019).

Suster Yuliana menjelaskan, sebagai salah satu program realisasi motto sekolah yang menekankan pada nilai-nilai "compassionate, assertive, responsible, efficacious, dan sincere" (disingkat CARES), kegiatan ini dapat melatih siswa untuk semakin peduli terhadap keadaan sosial, terutama terhadap sesamanya yang secara ekonomi masih di bawah garis sejahtera.

Ditambahkan Michael Andrew, guru pengampu STEP Social Research Club (SRC) Program STEP SRC kali ini mengajak kolaborasi dengan STEP Psycorp dan Menulis itu Mudah (MIM) dengan harapan pembelajaran analisis sosial ini dapat dilihat juga dari perspektif dan aspek-aspek psikologi sekaligus penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

"Harapan kami memang agar para siswa tidak hanya peka terhadap lingkungan sosialnya saja namun dapat menangkap insight/makna tertentu, mengabstraksinya, dan mengaplikasilannya dalam kehidupan sehari-harinya juga," terangnya.

Senada dengan Michael Andrew, Dita Indraswari selaku guru pengampu STEP Psycorp mengatakan apabila kegiatan ini penting dilakukan agar para siswa mengerti keadaan psikologis masyarakat Kampung Pecinan Tambak Bayan itu bagaimana. 

"Apabila STEP SRC menganalisis bagian sosialnya, kami menganalisis bagaimana secara psikologis/kejiwaan masyarakat psikologis Pecinan Tambak Bayan dalam menghadapi kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini unik juga bagaimana mereka hidup dalam sebuah komunitas yang solid di tengah-tengah keadaan ekonomi yang mungkin masih di bawah garis kesejahteraan," imbuhnya.

Aloysius Rabata selaku pengampu STEP Menulis itu Mudah (MIM) menerangkan kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat kebersamaan dan bisa menuangkannya dalam bentuk narasi.

"Saya ingin mengajak para siswa saling berkolaborasi agar mereka juga dapat mengerti bagaimana menulis dari perspektif-perspektif kaum yang lemah, minoritas, dan sejenisnya. Perspektif-perspektif inilah yang akan membentuk gaya penulisan mereka yang menunjukkan keberpihakan mereka," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00