• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Perjalanan 3 Dekade Program Penanggulangan AIDS di Indonesia

28 August
20:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya: Setiap tahun ditemukan lebih dari 40 ribu Orang Dengan HIV Aids ODHA baru. Yang tertinggi ODHA usia produktif antara 25-49 tahun. Sementara itu, Angka kematian akibat HIV Aids di Indonesia turun dari 13,2% jadi 1,07%. 

Hal tersebut disampaikan Kasubdit HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan, Sedya Dwisangka, saat menjadi Pembicara dalam Sesi Perjalanan 3 Dekade 
Program Penanggulangan AIDS di Indonesia, pada kegiatan Indonesia PLHIV Treatment Advocacy Summit 2019, yang berlangsung di Surabaya, Rabu (28/8/2019).
Ia mengatakan, belum maksimalnya kepatuhan minum dan rendahnya kesadaran untuk lakukan pemeriksaan sejak dini menyebabkan penularan HIV masih tinggi.

"Kita ada 327.000 ditemukan pada akhir 2018. Dari jumlah itu 319 ribu masuk perawatan, namun yang mengakses ARV 224.000. Tapi yang masih konsisten hanya 108.000."ungkapnya.

Padahal, kata Sedya, saat ini jumlah obat makin banyak, lebih berkualitas dan tersedia di fasilitas kesehatan. Obat antiretroviral (ARV) saat ini hanya diminum satu kali dalam sehari, tidak seperti dulu yang sampai 3 kali dengan efek samping minimal dan keberhasilan pengobatan tinggi. 

Selain itu, hampir semua puskesmas juga telah menyediakan tes HIV untuk ibu hamil dan kelompok berisiko. Sayangnya, kesadaran untuk melakukan tes sangat rendah. Sementara stigma dan diskriminasi juga masih tinggi akibat dari rendahnya pengetahuan masyarakat.

"Strategi yang dilakukan adalah menemukan ODHA, kabupaten kota wajib melakukan screening pada 8 kelompok beresiko tinggi, selain itu ODHA yang sudah menjalani pengobatan ARV hendaknya mengajak rekan yang juga terinfeksi untuk segera mendapatkan pengobatan. Kita ingin ada Peningkatan tempat pengobatan sekitar 1.060 hingga akhir tahun 2019." jelasnya.

Sementara itu, dihadapan ratusan peserta yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD, pakar HIV/AIDS di Indonesia mengatakan, hal yang tidak kalah pentingnya dalam mengendalikan HIV adalah tes HIV. Saat ini masih banyak ODHA yang tidak mengetahui status HIV nya, sehingga jalan satu-satunya adalah mengajak sebanyak mungkin orang untuk mau melakukan tes HIV. 

“Kita harus membuat masyarakat berani tes HIV. Di tempat lain bahkan pimpinan negara yang menjadi teladan dengan mengikuti tes HIV sehingga rakyatnya berbondong-bondong mau mengikuti tes HIV,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi terselenggaranya acara seperti Indonesia PLHIV Treatment Advocacy Summit 2019 yang diselenggarakan Indonesia AIDS Coalition (IAC) ini. 

Menurutnya, pertemuan komunitas pegiat HIV/AIDS sangat bermanfaat untuk terus mengingatkan bahwa HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang penting untuk dituntaskan. 

Indonesia PLHIV Treatment Summit merupakan sebuah ajang pertemuan besar bagi seluruh ODHA di Indonesia untuk kembali merefleksikan, berdiskusi dan menyusun kembali strategi penanggulangan HIV di Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade. Kegiatan yang berlangsung di Surabaya, sejak 27 hingga 30 Agustsus 2019 ini digelar oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) melalui dukungan sejumlah pihak yang datang dari lembaga berbasis komunitas, development partners dan pemerintahan. Sebanyak 233 peserta yang 70 persen di antaranya adalah orang dengan HIV/AIDS dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti rangkaian acara yang dibagi dalam 23 sesi selama 4 hari ini. 

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, sejak pertama kali dilaporkan tahun 1987 hingga Maret 2019, jumlah kumulatif infeksi HIV di Indonesia mencapai 338.363 kasus dan jumlah AIDS mencapai 115.601 kasus.  

Sebanyak 461 dari 514 kabupaten/ kota di Indonesia, atau hampir 90 persen kabupaten/ kota di Indonesia telah melaporkan adanya temuan kasus HIV/AIDS.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00