• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Pemerintah Gandeng Perguruan Tinggi Cegah Ancaman Kesehatan Global

27 August
18:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Kementerian Kesehatan Pertahanan dan Institut of Tropical Disease Universitas Airlangga Surabaya berkolaborasi dalam komitmen kesehatan pertahanan negara.

Ini sekaligus meneguhkan langkah konkrit antara Kesehatan Militer, Kesehatan Sipil dan perguruan tinggi dalam bidang kesehatan.

Menurut Mayjend TNI dr Bambang Dwihasto Kepala Pusat Kesehatan, Mabes TNI berperan untuk mensupport masalah kesehatan pertahanan dalam bentuk regulasi, mitigasi dan preventif dari serangan senjata biologi dari virus dan infeksi yang mungkin saja terjadi kedepannya. 

Oleh karenanya, TNI bersama Kementerian Kesehatan dan Lembaga Penyakit Tropis UNAIR berkolaborasi untuk mengatur regulasi dan SOP dalam menanganan serangan biothreats dan terorisme senjata kimia.

"Kedepannya nanti sangat memungkinkan menghadapi serangan senjata bioteknologi, itu adalah ancaman nasional yang rasional yang harus kita hadapi," ujar Bambang DH disela kegiatan Internasional Infectious Diseases, Biothreats, and Military Madical, di Aula Garuda Mukti lantai 5 Unair, Selasa (27/8/2019)  

Ia pun mengatakan bahwa kedepannya ancaman teroris dan perang senjata bioteknologi dapat terjadi sehingga pentingnya kerjasama TNI dan Lembaga Penyakit Tropical yang menjadi garda depan dalam menghalau dan menangani ancaman tersebut.

Dalam paparannya, Mayjend TNI dr Bambang mengatakan jika suatu penyakit atau virus seperti antraks dapat digunakan menjadi senjata pemusnah massal. Ia mencontohkan, 50 kg virus antraks jika ditaruh di suatu daerah berpenduduk 1/2 juta orang, maka virus tersebut dapat membunuh 95.000 jiwa dan melempuhkan 125.000 orang.

Di Indonesia terdapat lebih dari 300 titik daerah perbatasan yang harus dijaga dengan ketat bukan hanya untuk ancaman fisik melainkan juga ancaman biothreats atau senjata bioteknologi dalam bentuk penyakit endemi. 

"Salah satu tugas riil nya juga menjaga daerah perbatasan yang mungkin saja menjadi jalan masuk penyakit-penyakit tertentu tersebut," tambahnya. 

Dengan adanya kolaborasi yang menghasilkan SOP, tindakan preventif serta mitigasi terkait ancaman biothreats dan terorisme senjata bioteknologi ini, TNI mengaku siap dalam menghalau dan menangani ancaman tersebut dikemudian hari.

Tema terkait Infectious Diseases, Biothreats and Military Madical merupakan objek yang menjadi fokus pertahanan kesehatan negara. Oleh karena itu, UNAIR diwakili oleh Lembaga Penyakit Tropis, Kementerian Kesehatan dan Mabes TNI Departemen Kesehatan Pertahanan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00