• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik & Pemerintahan

Masa Tugasnya Berakhir, Ini Pesan Pimpinan DPRD Surabaya Periode 2014 - 2019 kepada Wakil Rakyat yang Baru

23 August
19:31 2019
1 Votes (4)



KBRN, Surabaya : Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Thoha menyampaikan kinerja anggota dewan periode 2014 – 2019 di akhir masa tugasnya. Politisi PKB ini menilai, bahwa pada periodenya menjadi salah satu pimpinan dewan, kinerja kalangan dewan luar biasa.

“Kekompakan antara pimpinan dan anggota sudah bagus. Perlu dipertahankan agar keguyuban di lembaga bisa tercipta,” terangnya, Jumat (23/8/2019)

Tak hanya itu, Masduki mengatakan, selama periode 2014- 2019 tak ada satu pun anggota dewan yang mendapat pergantian antar waktu (PAW). Menurutnya, selama lima tahun 50  anggota dewan menjalankan masa tugas hingga akhir jabatan, jumat (23/8/2019).

“Walaupun ada sedikit kasus (hukum),” terangnya

Masduki mengungkapkan, salah satu peninggalan anggota DPRD saat ini yang nampak adalah pembangunan gedung baru. Gedung DPRD yang letaknya di belakang gedung lama tersebut diresmikan, Selasa, (21/5/2019)

“Paling tidak kami punya peninggalan gedung baru,” ujarnya

Mengenai kinerja dalam pembuatan perda, ia menjelaskan, bahwa pada APBD 2019 dari 22 raperda yang ditargetkan, sebanyak 17 reperda yang telah diselesaikan. Dari sejumlah raperda yang dibahas, menurutnya sebanyak 6 rapera merupakan inisiatif kalangan dewan.

“salah satu yang belum selesai adalah Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal,” sebutnya

Agar tak tersangkut masalah hukum, Masduki berpesan kepada para wakil rakyat yang baru dilantik nanti, supaya mentaati aturan yang berlaku. Ia bertutur bahwa semua aturan yang bersangkutan dengan tugas dan fungsi kalangan dewan sudah jelas.

“Kita ikuti aturan, semuanya sudah jelas,” paparnya

Ia mengaku, selama ini sudah ada sosialisasi dari lembaga terkait, seperti KPK, BPK, kepolisian dan lainnya kepada para anggota dewan yang berhubungan dengan tugas dewan.

“Bentuknya bimtek (bimbingan teknis),” tuturnya

Masduki berharap kalangan dewan yang baru agar menjaga kekompakan. Jika tidak. Ia khawatir ke depannya akan mengganggu kinerja para legislator. Meski ai mengakui, menyatukan 50 anggota dewan tidaklah mudah.

“Menyatukan 50 orang dengan pendidikan berbeda, partai berbeda dan posisi berbeda sulit. Kalau gak mumpuni leadershipnya bisa sulit,” pungkasnya

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00