• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & HAM

Security Dituduh Aniaya, Dokter Visum Menyebut Luka Korban Akibat Terbentur

14 August
20:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Dr. Diyn Bagus Muhammad, dokter visum dari RS Bhayangkara menjadi saksi dalam sidang pidana kasus dugaan penganiaan kepada terdakwa Security Perumahan Bukit Mas, Crhistian Novianto di Pengadilan Negeri Surabaya. 

Pada Surat visum No 456/IX/KES.3/2018/Rumkit tertanggal 22 September 2018 atas nama Oscarius Yudhi Ari Wijaya disebutkan luka lecet dikaki kiri akibat benturan benda tumpul.

"Pada tulang kering kaki kiri, didapatkan luka lecet ukuran empat kali nol koma lima sentimeter," ujar Dr. Bagus, Rabu (14/8/2019).

Selain itu, Dr. Bagus selaku saksi visum mengungkapkan jika sebelumnya, yakni saat melakukan visum, sempat menanyakan korban, sebab terjadinya luka. Pada saat itu pula, korban Oscar mengatakan jika lukanya itu akibat terbentur. 

"Pada saat itu, ia mengatakan lukanya karena terbentur," tukasnya.

Surat visum yang ditanda-tangani saksi disebutkan telah melakukan CT Scan. Padahal, dari keterangan Dr. Bagus, ia tidak melakukan CT Scan kepada korban Oscar. 

Selain itu, ketua Majelis Hakim, Maxi Sigarlaxi menanyakan kolerasi antara obat asam lambung dengan luka lecet yang diberikan Dr. Bagus kepada korban Oscar. Menurut Dr. Bagus, obat asam lambung yang diberikan kepada korban Oscar dengan luka lecet dikaki kiri ada kolerasinya.

Menanggapi keterangan saksi visum, Penasihat hukum terdakwa, Wellem Mintarja didampingi timnya menyebutkan, jika keterangan dokter pada fakta sidang kali ini tidak melakukan CT Scan. Padahal, dari surat visum yang dikeluarkanya dengan jelas disebutkan jika korban telah di CT scan. 

"Dokter tadi menerangankan jika tidak mengeluarkan CT Scan serta tidak menganjurkan tes darah. Tapi, dalam BAP dicantumkan, sehingga seolah olah kerugian yang diderita korban menjadi besar," tutur Wellem.

Selain itu, Wellem menganggap jika obat yang diberikan Dr. Bagus kepada Oscar tidak ada kolerasinya.

"Tidak ada kolerasinya," ujarnya.

Ia menambahkan, point penting sidang kali ini ialah adanya luka lecet dikaki kiri korban yang terjadi akibat terbentur dan bukan luka akibat penendangan seperti pasal penganiaan yang didakwakanya.

"Fakta persidangan, Dokter sendiri yang menyampaikan jika korban mengaku telah terbentur, terbentur apa tidak dijelaskanya. Menurut kami luka lecet pada korban itu terbentur berem pembatas jalan," ujarnya.

Menurutnya terdapat kejanggalan lain yang dapat dibuktikan terkait adanya perbedaan nama dokter visum yang ada pada surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Sebab, pada surat dakwaan saksi visum bernama Dr. Yunita Sari sedangkan saksi yang dihadirkan jaksa dokter visum Diyn Bagus Muhammad.

"Antara dokter yang ada disurat dakwaan dengan dokter yang dihadirkan jaksa penuntut umum berbeda. Menurut kami ini adalah cacat formil," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00