• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

AJI dan Pusham Ubaya Gelar Pelatihan Persfektif Jender Bagi Jurnalis

8 August
12:47 2019
1 Votes (4)

KBRN, Surabaya: Aliansi Jurnalis Indonesia dan Pusat Studi HAM Universitas Surabaya Pusham Ubaya mendorong jurnalis untuk berkomitmen mengasah kesadaran jender mereka dalam lingkungan kerja sehari-hari. Upaya ini dilakukan melalui sebuah Pelatihan Persfektif Jender Bagi Jurnalis dengan Tema Inisiasi Membangun Jurnalisme Ramah Perempuan di Jawa Timur.

Kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa
Jurnalis perempuan masih mengalami beragam bentuk kekerasan berbasis seksual pada saat mereka menjalankan pekerjaan jurnalistiknya. Beberapa lembaga memberikan laporan atau catatan bahwa hal ini merupakan persoalan serius. 

Catatan akhir tahun Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) 2018, misalnya, menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi sejumlah kasus kekerasan berbasis seksual terhadap jurnalis perempuan, diantaranya di Jakarta, Ngawi, dan Medan. Pelakunya adalah superior atau atasan korban dan pihak luar perusahaan.

Miftah Faridl (Ketua AJ? Surabaya kebijakan yang melindungi jurnalis perempuan perlu dibuat dan diberlakukan secara disiplin, baik pada skala nasional perundang-undangan maupun lokal perusahaan media. 

"Selain itu, perusahaan media juga harus memiliki komitmen untuk menciptakan dan membudayakan lingkungan kerja yang menghormati perempuan. Budaya demikian dapat dipertahankan, salah satunya melalui kesadaran para jurnalis sendiri."ungkapnya, Kamis, (8/8/2019).

Adapun Tujuan kegiatan ini kata Faridl, diantaranya Memberikan pengetahuan jender kepada jurnalis, 
Membangun kesadaran dan pemahaman jender para jurnalis dan Mendorong jurnalis untuk berkomitmen mengasah kesadaran jender mereka dalam lingkungan kerja sehari-hari

"Hasil yang diharapkan adalah peserta memiliki pengetahuan jender, memahami definisi jender dan mulai membangun kesadaran jender dalam konteks profesi jurnalis, juga peserta menghasilkan daftar sederhana tentang hal-hal konkrit yang dapat mereka dalam  lingkungan kerja dan dalam relasi dengan jurnalis perempuan." tegasnya.

Strategi memang perlu dirancang sebagai sikap menolak persoalan ini terus berlanjut, bahkan juga menolak pemahaman bahwa kondisi demikian adalah sebuah kewajaran. 

Dian Noeswantari (Peneliti Pusham Ubaya) topik "Pemahaman Jender” menjelaskan ada tiga peran kerja gender, yakni publik dimana perempuan bekerja di ranah publik dan mendapatkan upah, domestik tidak diupah dan dilakukan untuk keberlangsungan keluarga dan peran sosial yaitu peran kerja perempuan di ranah sosial masyarakat, tidak diupah dan mereproduksi peran domestiknya.

Sementara itu, Dian Yuliastuti, Divisi Jender, Anak dan Marginal (AJ? Indonesia) topik "Perempuan dan Media” memaparkan, saat ini berita tentang perempuan dan anak masih dianggap belum menarik.

"Urusan berita perempuan, kesejahteraan kesehatan, lifestyle sering diabaikan, diberikan kepada jurnalis perempuan. Sementara berita yang hard core seperti politik, korupsi, investigasi, kriminal lebih banyak diserahkan kepada jurnalis laki-laki."jelas Dian Yuliastuti.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi HAM Universitas Surabaya (Pusham Ubaya) dan diikuti
oleh jurnalis yang merupakan anggota organisasi profesi jurnalistik (PWI, AJI, IJTI, PRSSNI, SMSI, AMSI, dan SPLM) di Surabaya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00