• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

MP3I-Dompet Dhuafa Latih Santri Ponpes Tebuireng Jombang Pengelolaan 'Ziswaf' Berbasis Pesantren

4 August
12:40 2019
0 Votes (0)

RRI, Jombang: Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa menyelenggarakan program pemberdayaan berbasis pesantren baik program jangka pendek sampai dengan jangka panjang. Upaya ini diwujudkan melalui agenda penandatanganan MoU MP3I dan Dompet Dhuafa, serta Pelatihan Pengelolaan Lembaga Ziswaf (Zakat, Infaq, Sadaqah, dan Wakaf) Berbasis Pesantren, di Ponpes Tebuireng, Kabupaten Jombang, Minggu (4/8/2019).

Menurut Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi, tujuan diadakan kerja sama ini adalah meningkatkan kapasitas pengetahuan pengelola pesantren, tentang materi pemberdayaan. Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan umat berbasis pesantren dalam mengembangkan unit usaha Lembaga Keuangan Mikro. Apalagi, Lembaga Ziswaf diyakini bisa menjadi solusi keuangan dan kekuatan ekonomi bagi masyarakat, terutama untuk umat Islam pada masa mendatang.

"Pada pelatihan kali ini melibatkan sebanyak 30 pengelola pesantren yang tersebar di Jawa Timur. Dengan Lembaga Ziswaf ini, umat muslim bisa menjadi lebih mandiri, khususnya di lingkup pondok pesantren, lembaga ini juga sangat bermanfaat bagi para santri maupun para ustad dan kyai," katanya.

Selain menjalin kerja sama dengan MP3I, tambah dia, Dompet Dhuafa bersama keluarga besar Hasyim Asyari, Pesantren Tebuireng, Jombang juga mendirikan Rumah Sakit. Rumah Sakit tersebut diberi nama Rumah Sakit Hasyim Asyari, dan berdiri di atas lahan seluas satu hektar atas wakaf keluarga besar Hasyim Asyari.  

"Rumah Sehat Hasyim Asy'ari adalah Rumah Sakit yang menggunakan konsep sehat fisik, sehat mental, sehat sosial dan sehat spiritual. Saat ini Dompet Dhuafa sedang proses penyusunan studi kelayakan dan penyusunan perencanaan pengembangan," katanya.

Secara umum, Dompet Dhuafa mendapat kepercayaan dari yayasan Pondok Pesantren Tebuireng, untuk mengelola aset wakaf. Lalu, Dompet Dhuafa akan lebih memproduktifkan aset tanah wakaf tersebut sebaik-baiknya, dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jombang khususnya, dan se-Jawa Timur pada umumnya. Hal ini karena Dompet Dhuafa sebagai institusi yang berhikmat dalam pemberdayaan, pelayanan dan pembelaan pada kaum dhuafa, kali ini dibidang kesehatan untuk melayani kaum dhuafa yang terbaik bersama yayasan Pondok Pesantren Tebuireng, bersama masyarakat Jawa Timur, dan se-Indonesia.

"Kita patungan dengan wakaf melalui uang, untuk mendirikan Rumah Sakit Hasyim Asyari," katanya.

Di lokasi yang sama, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, Salahuddin Wahid, menyatakan, sangat mengapresiasi terjalinnya kerja sama antara MP3I dan Dompet Dhuafa. Apalagi, mengingat Pondok Pesantren merupakan Lembaga Pendidikan yang memiliki ciri para pelajarnya tinggal bersama dengan pimpinan yang dikenal dengan kyai, atau ustad.

"Jumlah pesantren di Indonesia pada tahun 2018 tercatat sebanyak 28.596 pondok pesantren tersebar baik dikota dan desa, yang dikelola secara mandiri berbasis masyarakat," katanya.

Sementara, Ketua Dewan Pembina MP3I, Muhammad Zain Maksum, mengemukakan, bahwa pesantren memang sangat kekurangan dalam hal manajemen yang bisa selamat dunia akhiratnya.

"Alhamdulillah dengan ini ada kesepakatan antara MP3I dan Dompet Dhuafa, terutama di bidang ekonomi. Di mana sesuai informasi Gus Solah atau Salahuddin Wahid potensi pesantren sangat besar, dengan jumlah pondok pesantren ada 28.000an pondok pesantren yang berbadan hukum," katanya.

Dari jumlah tersebut, lanjut dia, semakin kecil jumlah santri di suatu pondok pesantren, maka secara ekonomi sangat lemah. Kondisi yang berbeda, tampak di lingkungan pondok pesantren yang jumlah santrinya sangat banyak dan hal ini dilihat dari aspek ekonomi dapat dikatakan bisa mandiri.

"Situasi inilah yang melatarbelakangi berdirinya MP3I dan kami berharap melalui kerja sama dengan Dompet Dhuafa maka kesejahteraan santri dan para kyai semakin meningkat pada masa mendatang," katanya. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00