• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Ratusan Rumah Warga Dharma Husada Rusak Diduga Akibat Pembangunan Apartemen

31 July
22:34 2019
0 Votes (0)



KBRN, Surabaya :   Sekitar 200 rumah di Perumahan Dharmahusada, Kecamatan Mulyorejo mengalami kerusakan, seperti tembok retak hingga penurunan tanah. Warga setempat menduga penyebabnya berasal dari pembangunan apartemen Grand Dharmahusada Lagoon. 

Kabarnya, Grand Dharmahusada Lagoon merupakan apartemen sekaligus mall yang rencananya berdiri dengan ketinggian 44 lantai, termasuk basement. Proyek tersebut dikerjakan PT. PP Property dan PT. PP Konstruksi yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lilianawati (33) salah satu warga terdampak menuturkan rumah yang ditinggalinya mengalami kerusakan cukup parah, "Rumah kami banyak yang retak ya, sampai di plafon-plafon. Dari bulan berapa itu," kata Lilianawati, Senin (29/7).

Lilianawati cemas apabila rumah yang ditempatinya itu roboh. Pasalnya, kerusakan yang terjadi pada rumahnya cukup signifikan. Bahkan ia selama ini sudah berinisiatif memperbaikinya dengan biaya sendiri. "Tapi sudah saya perbaiki, takut kalau roboh malah nanti bagaimana kan," bebernya.

Lilianawati juga menyampaikan bila permasalahan tersebut sudah diketahui oleh pihak pelaksana proyek. Akan tetapi, hingga sekarang, upaya memperbaiki rumah warga seperti yang dijanjikan sang kontraktor tak kunjung terealisasi.

"Orangnya PP Properti sudah datang ke sini, untuk foto-foto mana saja yang rusak. Mereka sudah datang dari bulan berapa itu saya lupa," tandasnya.

Dengan adanya kasus ini, Lilianawati menyebut telah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, dirinya berharap pelaksana proyek segera bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi sesuai nilai kerugian.

Pantauan di lokasi, kerusakan bangunan hampir dialami seluruh rumah yang berada di Perumahan Dharmahusada Mas. Banyak di antaranya telah melakukan perbaikan sendiri untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Proyek Apartment Grand Dharmahusada Lagoon merupakan proyek superblok yang dikerjakan oleh PT PP Properti. Dibangun diatas lahan seluas 4,2 hektar, dan disebut sebagai salah satu lokasi premium bernuansa modern dan natural di Surabaya Timur. 

Pemkot Surabaya ketika dikonfirmasi masalah tersebut, mengaku sudah mengetahui. "Saya dengar. Keluhan resminya sudah disampaikan ke wali kota. Nanti akan kita tindak lanjuti," ujar Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Rabu (31/7).

Kasus ini menurut Wakil Walikota akan segera dirapatkan. Whisnu mengatakan masih menunggu petunjuk dari wali kota untuk penanganan lebih lanjutnya setelah ini. "Kalau sudah ada tembusan akan kita rapatkan bersama," bebernya.

Mengenai adanya konflik antara pengembang dengan warga ini Whisnu menambahkan akan jadi penengah. "Bisa kita jembatani. Tidak terlalu susah itu," imbuhnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00