• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Impact Investment

24 July
18:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) saat ini menjadi fokus pembangunan di berbagai Negara, namun untuk mencapainya diperlukan pembiayaan yang sangat besar dan kerja sama berbagai pihak. Dalam panel session I Annual Islamic Finance Conference yang ke-4 (4th AIFC) yang digelar Rabu, (24/7/2019), para panelis menyampaikan pandangannya mengenai impact investment dan bagaimana perannya dalam pencapaian SDGs. Lima panelis dalam sesi ini adalah Joanne Manda (Innovative Financing UNDP), Thierry Sanders (PT Mekar Investama Sampoerna), Azam Khan (International Finance Corporation (IFC)), Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur), dan David Soukhasing (Angel Investment Network Indonesia). 

Indonesia memiliki potensi dan peluang yang sangat besar dalam impact investment. Joanne Manda menyampaikan bahwa menurut UNDP, Impact Investment di Indonesia memiliki potential market yang sangat besar. Di tahun 2018, terdapat USD 148,8 juta investasi swasta secara umum. 

"Selain itu, potensi dari sektor syariah juga cukup besar, contohnya zakat yang besarannya 4% dari PDB."kata Joanne.

Senada dengan pendapat tersebut, Therry Sanders berpandangan dalam lima tahun ke depan (2019-2023) Indonesia mempunyai peluang impact investment, yang berdampak luas bagi masyarakat, sebesar USD23 juta dolar di berbagai sektor, dimana energi menjadi sektor terbesar, diikuti agrikultur dan perikanan. Investasi tersebut berpotensi membawa dampak pada peningkatan pendapatan kepada 30 juta orang, pendidikan kepada 38 juta orang, energi listrik terbarukan sebesar 4 GW, dan lain-lain.  

Namun demikian, investor juga tidak bisa menutup mata akan potensi risiko. Sanders menyebutkan beberapa tantangan yang mungkin dihadapi, yaitu risiko ketidakstabilan mata uang, pajak investor luar negeri yang tinggi, isu-isu ekuitas, dan mentalitas “Old School CSR”. Mentalitas ini berarti dana CSR hanya ditujukan untuk donasi semata tanpa adanya upaya untuk memberi dampak yang luas kepada masyarakat seperti dalam dana bergulir dan sebagainya. Untuk itu, ia memberikan beberapa saran kepada pemerintah, antara lain pemberian insentif sektoral (contoh: clean energy dan air minum), pemberian insentif pajak, dan insentif bagi keuangan syariah. 

Dalam sesi ini, para panelis juga menyampaikan pengalaman dalam mengelola investasi yang dapat memberikan dampak positif bagi sosial dan lingkungan. Azam Khan menceritakan prinsip IFC yang telah beroperasi sejak 1956, bahwa semua proyeknya harus bisa meningkatkan pemahaman masyarakat dan benar-benar memberikan dampak positif kepada masyarakat. Proyek IFC tersebar dalam beberapa sektor mulai dari pembangkit listrik tenaga matahari dan angin, hingga pembiayaan kepada UMKM. 

IFC juga berperan dalam pengembangan The Equator Principles (Eps), yakni kerangka kerja pengelolaan risiko untuk menentukan, menilai, dan mengelola risiko lingkungan dan sosial dalam proyek.  

Di sisi lain, Emil Dardak menyampaikan langkah Pemerintah Jawa Timur untuk mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah dengan fokus “peningkatan kualitas dan penguatan Koperasi UMKM berbasis syariah dan digitalisasi”. 

"Langkah ini ditempuh karena struktur industri di Jawa Timur tahun 2018 komposisinya 97,12 persen adalah industri skala kecil, 2,73 persen skala menengah, dan hanya 0,15 persen skala besar. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, usaha kecil menyerap mayoritas tenaga kerja, yakni sebesar 57,61 persen."ungkap Wagub.

Sementara itu, paparan David Soukashing berisi peran penting investor individu dalam kemunculan perusahaan-perusahaan sukses di Indonesia seperti Gojek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, dll. Melihat fenomena ini, Angel Investor Network Indonesia (ANGIN) berusaha mengambil peluang dengan mengajak, menggerakkan, mengumpulkan investor individu untuk mendukung lebih banyak kontribusi entrepreneur dalam pencapaian SDGs.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00