• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Luruskan Sejarah, Tim Onthel Kebangsaan Jatim Menuju Istana Negara

21 July
17:56 2019
1 Votes (5)

RRI, Kediri: Untuk meluruskan sejarah Indonesia, 17 pengendara sepeda onthel (sepeda kuno) yang tergabung dalam Tim Onthel Kebangsaan asal Bojonegoro dan dua orang dari Kediri, Jawa Timur (Jatim) berangkat menuju Istana Negara, Jakarta.

Menurut Pengelola Situs Persada Sukarno Kediri, Kushartono, pada hari Minggu 21 Juli 2019, pukul 08.00 WIB dilaksanakan seremonial pemberangkatan Tim Onthel Kebangsaan Menuju Istana Negara, yang diadakan di Bakorwil di selatan Alun-alun Bojonegoro.

"Pemberangkatan Tim Onthel dihadiri Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi dan Perwakilan Bakorwil Sigit Satyanto SH serta puluhan komunitas onthel dan goweser. Sebelumnya, kami juga telah memberangkatkan rombongan serupa dari Kediri, yang beranggotakan dua orang pesepeda onthel," kata Kushartono, Kediri, Minggu (21/7/2019).

Kegiatan ini, ungkap dia,merupakan kerja sama Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI), Organisasi Shiddiqiyyah, dan Situs Persada Sukarno Kediri, serta Green Star Nusantara. Tujuan kegiatan ini adalah menyampaikan pesan Kebangsaan Kemerdekaan Bangsa Indonesia kepada Presiden Jokowi. 

"Kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 adalah merupakan jembatan emas. Di seberang jembatan itu bangsa Indonesia membangun Indonesia yang Raya," katanya.

Agenda ini, tambah dia, nantinya akan menempuh rute pesisir utara Pulau Jawa. Kemudian, mereka juga bakal singgah di beberapa tempat. 

Sementara itu, Dwi Agung, perwakilan dari Organisasi Shiddiqiyyah menjelaskan, bahwa kegiatan ini murni membawa misi pelurusan sejarah 17 Agustus 1945 adalah Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

"Tidak ada tendensi lainnya, kecuali ingin meluruskan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini didasarkan pada dokumen Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan dokumen negara lainnya", tegasnya.

Dwi Agung menyatakan, bahwa yang mengalami penjajahan adalah Bangsa Indonesia dan Proklamasi 17 Agustus 1945, diawali kalimat "Kami Bangsa Indonesia dan diakhiri Atas Nama Bangsa Indonesia".

"Sudah jelas, di sana, tidak ada kalimat Republik Indonesia," katanya.

Ke depan, Organisasi Shiddiqiyyah dan Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia terus mengawal dan memantau kegiatan ini sampai tuntas misi.

Perlu diketahui, imbuh dia, pesepeda ontel asal Kediri, Jawa Timur terdiri dari Sumaryono dan Muhammad Alkari. Mereka lebih dulu berangkat dari rumah masa kecil Bung Karno, di Situs Persada Sukarno, Kediri pada tanggal 18 Juli 2019, dan melakukan "Ngontel Kebangsaan Menuju Istana Negara RI".

"Keseharian Sumaryono sendiri adalah seorang tukang dan pekerja serabutan, tapi dia berangkat ke Jakarta dengan naik sepeda kayu, Kiai Duchan Iskandar tahun 1985. Sementara rekannya, yakni Muhammad Alkari sehari-harinya adalah relawan penjaga situs dan dia mengendarai sepeda Exotic menuju Jakarta," katanya. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00