• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Umum

Pers Penting Dalam Sosialisasi Penyakit HIV/AIDS

19 July
16:57 2019
0 Votes (0)

KBRN,  Surabaya: Peranan pers dan wartawan di Kota Surabaya dinilai sangat penting dan strategis dalam sosialisasi tentang penyakit HIV/AIDS kepada khalayak luas.

Hal itu diungkapkan  Irwandy Widjaja Monitoring Officer Indonesia AIDS Coalition dalam kegiatan pelatihan media dan CSO dengan tema 'Pemberitaan Media yang Positif bagi ODHA' yang digelar oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) di Kota Surabaya,  Jumat,  (19/7/2019).

"Peran media dan rekan-rekan wartawan dinilai sangat penting untuk menyampaikan atau mensosialisasikan tentang penyakit HIV/AIDS," katanya.

Menurut dia, dengan bahasa yang mudah dipahami dan dicerna yang dibuat dan diolah oleh wartawan kemudian diterbitkan oleh media atau pers, maka bahaya tentang penyakit HIV/AIDS serta bagaimana cara mengobatinya lebih cepat dimengerti dan dipahami, selain sosialisasi dalam bentuk diskusi atau lainnya.

"Apalagi jika dijelaskan tentang singkatan-singkatan kalimat terkait dengan HIV/AIDS, maka masyarakat akan lebih mudah mencerna, Kendala apa yang dihadapi oleh teman-teman komunitas maupun media sendiri terkait pemberitaan HIV AIDS. " katanya.

Melalui kegiatan pelatihan media dan CSO juga diharapkan informasi yang dibagikan ke masyarakat terkait layanan kesehatan bagi ODHA di Surabaya semakin jelas. Termasuk bagaimana kerja-kerja pendampingan oleh LSM dan komunitas kepada penderita HIV AIDS.

"Jangan sampai HIV AIDS itu hanya marak diberitakan saat Bulan Desember dimana itu adalah peringatan Hari Aids. Harusnya berita-beritu itu bisa naik kapan saja agar masyarakat paham dan tahu HIV AIDS itu seperti apa sih?"

Sementara itu, Sam, salah satu pegiat isu HIV/AIDS di Kota Surabaya dan juga fasilitator lokal Gaya Nusantara mengungkapkan sosialisasi kepada masyarakat luas perlu digencarkan termasuk bagaimana ODHA mendapatkan layanan kesehatan. 

"Bahwa biasanya para penderita penyakit tersebut ditemui ketika sudah pada tahap stadium tiga, yakni ketika kekebalan tubuh sudah mulai menurun. Umumnya karena merasa sehat, mereka enggan berobat. Dia juga merasa tidak berkumpul dengan orang-orang yang ada di Hotspot. Kendala Kita disitu. Itu yang perlu Kita edukasi karena faktanya orang yang terlihat sehat belum tentu tidak beresiko."Ungkapnya.

Karenanya ia menghimbau pada populasi kunci yang berisiko tinggi untuk berani memeriksakan diri agar segera mendapatkan penanganan.  Apalagi saat ini ada sekitar 5.400 LSL di Surabaya. 

Pelatihan media dan CSO dengan tema 'Pemberitaan Media yang Positif bagi ODHA' yang digelar oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) di Kota Surabaya, akan berlangsung hingga pada Sabtu, (20/7/2019). 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00