• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & HAM

Ini Komitmen Kejaksaan di Jatim, Selamatkan Aset Negara

18 July
17:14 2019
1 Votes (2)

KBRN, Surabaya : Diharapkan akan makin bertambah aset milik Pemerintah, yang kembali. Setelah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) bersama dengan Jaksa dan Kepala Daerah dari 38 Kabupaten Kota lakukan Deklarasi "Gerakan Penyelamatan Aset Negara,".

Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim (Kajati Jatim) Sunarta menjelaskan, zaman reformasi ini sudah merubah pola sikap, pola pikir, bahwa Jaksa sekarang merupakan bagian dan sahabat masyarakat, sahabat semuanya.

"Tinggal mari dengan semangat kebersamaan, hari ini kita bersama-sama membangun Indonesia di Jawa Timur. Mudah-mudahan langkah bersama kita menjadi langkah pertama yang bisa diikuti oleh daerah-daerah lain," ujarnya, di Kantor Kejati Jatim, Kamis (18/7/2019).

Sunarta memaparkan, beberapa tahun belakangan ini persoalan aset negara, tengah gencar menjadi berita di media massa. Mulai dari adanya ratusan hektar tanah dan atau bangunan yang dikuasai oleh subjek hukum secara melawan hukum, tidak diketemukannya aset negara secara fisik, walaupun sudah masuk dalam daftar pencatatan.

"Sampai dengan adanya peralihan hak atas aset negara dari pemerintah kepada pihak swasta. Baik perorangan, maupun badan hukum yang tidak memenuhi syarat atau tidak sesuai dengan prosedur," imbuhnya. 

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan selama semester I tahun 2018, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 15.773 permasalahan, dengan total nilai 11 milyar, yang salah satunya dengan permasalahan yaitu berupa aset yang dikuasai pihak lain.

Sunarta menyebut, antara lain pada 12 Kementerian dan lembaga, senilai Rp 213 miliar sekian, serta pada 64 Pemda senilai Rp 39 miliar lebih, sehingga total nilai Rp 273 miliar lebih.

"Disebabkan adanya kelemahan sistem pengendalian internal, ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan," ungkapnya. 

Penyelamatan aset negara, kata Sunarta, menjadi konsen bagi Kejaksaan, khususnya Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Banyaknya aset negara yang dikuasai oleh pihak-pihak tertentu, akan berimplikasi pada adanya kerugian negara.

"Untuk itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sangat berkepentingan untuk mengembalikan aset negara yang telah hilang, yang telah dikuasai oleh pihak-pihak tertentu secara ilegal," tegasnya. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga, bahwa ada komitmen yang luar biasa dari jajaran Kejaksaan yang ada di Jawa Timur, dalam komando Kajati, untuk bisa melakukan gerakan bersama penyelamatan aset negara.

"Terima kasih, ini adalah komitmen yang luar biasa, karena kami langsung merasakan itu," ungkapnya. 

Menurut Khofifah, ini adalah inisiator pertama Kejaksaan Tinggi Jatim menggerakkan seluruh para Jaksa dan Kajarinya, membuat gerakan penyelamatan aset negara. Khofifah juga apresiasi seluruh jajaran Pemprov, juga Bupati Walikota yang hadir dalam deklarasi ini. 

"Saya rasa akan baris berurutan untuk bisa mendapatkan penguatan seperti yang Bu Risma sudah lebih beruntung duluan, jadi kita nanti tanya Bu Risma, Bu Risma ini wiridnya apa," tandas Khofifah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00