• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & HAM

Pusat Layanan Informasi Terpadu, Permudah Akses Informasi tentang Kemenkumham

18 June
05:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jatim berupaya mempermudah akses informasi kepada publik. Salah satunya dengan dimilikinya Pusat Layanan Informasi Terpadu. 

Peresmian itu dilakukan Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati, disaksikan seluruh pegawai, Kepala UPT Pemasyarakatan. Susy memotong rangkaian bunga dan menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian tersebut.

Dalam sambutannya, Susy mengungkapkan bahwa ruangan ini akan melengkapi apa yang disampaikan ke publik. Karena publik sangat membutuhkan informasi, terutama terkait layanan. 

"Daripada sekarang ke masing-masing divisi, kan tidak efisien, oleh sebab itu dipusatkan dalam satu ruang," ujarnya, Senin (17/6/2019).

Dalam ruangan yang terletak di bagian paling depan Kanwil Jatim itu, Susy menerangkan bahwa pihaknya telah menyiapkan segala informasi terkait yang sudah menjadi tugas dan fungsinya. Baik terkait Pemasyarakatan, Keimigrasian, Pelayanan Hukum maupun Administratif. 

"Disamping itu, di ruangan itu juga digunakan untuk memberikan pelayanan konsultasi hukum maupun melaporkan pelanggaran HAM. Semuanya gratis," ucapnya. 

Selain itu, ruangan tersebut juga dilengkapi dengan co-working space. Dimana para pengguna layanan bisa memanfaatkan untuk bekerja. Mengingat, para pemohon di bidang fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Administrasi Hukum Umum (AHU) mayoritas adalah pelaku bisnis. 

"Sehingga, ketika para pengusaha punya tempat yang nyaman untuk bekerja. Apalagi, kami juga menyediakan fasilitas WiFi gratis dan kantin kejujuran," urainya. 

Kenapa harus kantin kejujuran? Melalui kantin ini, lanjut Susy, adalah bentuk usaha untuk menciptakan masyarakat yang sadar hukum. Dengan hal yang sederhana, yaitu proses jual beli.

Analoginya, tambah Susy, dengan menyedu secangkir kopi dan membayar uang yang sesuai dengan harga yang tertera, berarti masyarakat paham bahwa mencuri adalah salah satu tindakan melawan hukum. 

"Dari hal-hal yang sederhana ini, diharapkan kesadaran hukum yang lebih besar juga akan tumbuh di masyarakat," harapnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00