• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Umum

Media Siber Diminta Ikut Bergerak Lawan Hoax

18 May
20:48 2019
0 Votes (0)

KBRN,  Surabaya: Media siber dapat mengambil peran penting dalam upaya melawan penyebaran hoax yang kian masif di beragam platform media sosial. Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat membuka Rapat Kerja Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) wilayah Jatim dan Seminar Nasional Media Siber Good Journalism vs Hoax di Era Post Truth di Hotel Harris Gubeng Surabaya, Sabtu (18/5/2019).

Emil, sapaan akrab Wagub Jatim ini mengatakan, peran penting media siber itu terkait dengan aspek kredibilitas. Mengutip pidato Presiden Jokowi saat peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Jatim lalu bahwa hasil survei mengatakan bahwa kepercayaan terhadap media konvensional meningkat ketimbang media sosial.

Banyaknya hoax yang beredar di media sosial menyebabkan banyak orang merujuk ke media konvensional.
Lebih lanjut, Emil menguatkan posisi krusial media siber dengan merelasikannya dengan kondisi masyarakat Indonesia. 

Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah tergolong dalam digital society dengan kepemilikan Kartu SIM sebanyak 355 juta, jauh melebihi jumlah penduduk tetapi sebagian besar masih percaya hoax.

“Kita melihatnya dari data Centre for International Governance Innovation (CIGI) IPSOS menunjukkan 65 % masyarakat indonesia masih percaya hoax. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia sebagai negara yang paling mudah percaya hoax. Selain itu, data dari dailysocial.id menyebutkan 44 % masyarakat indonesia belum bisa mendeteksi berita hoax,” paparnya.

Berdasar data tersebut, Emil mengundang segenap pelaku media siber untuk mengambil langkah nyata.

“Masyarakat indonesia membutuhkan sumber informasi alternatif terpercaya. Maka dalam hal ini lah, media siber yang mengusung konsep “good journalism” dapat berperan,” katanya.

Dalam kesempatan ini Emil berharap pelaku media siber untuk meningkatkan kualitasnya. Media siber yang disebutnya sebagai masa depan media harus menghindari godaan memproduksi berita dengan judul yang clickbait dan sekadar mengejar kecepatan saja.

“Berkumpulnya seluruh media ini membuat saya berharap ada konsensus terkait aspek kecepatan dan akurasi ini. Dengan begitu media siber mampu berdiri kritis di tengah dan menjauhkan diri dari propaganda. Pada akhirnya kita bisa bersama membangun kemajuan Jawa Timur,” terangnya.

Sementara itu Ketua AMSI Jatim, Arief Rahman, dalam sambutannya sejalan dengan pemikiran Emil Dardak.

 Menurutnya, saat ini begitu banyaknya informasi yang tidak terverifikasi dan tidak akurat yang membuat krisis kepercayaan di masyarakat. 

 “Ini harus menjadi pedoman kita anggota AMSI dalam menyebarluaskan informasi akurat karena hoax merusak sendi-sendi kehidupan dan kerukunan bangsa,” katanya. 

Acara Seminar Nasional ini diisi oleh tiga narasumber yakni Sapto Anggoro (Pimpinan Redaksi Tirto.id), Lucky Eko Lokononto (Pemimpin Redaksi Beritajatim.com) dan Suko Widodo (Pakar komunikasi Universitas Airlangga Surabaya), serta dihadiri oleh para insan pers dari berbagai wilayah Jatim. 

  • Tentang Penulis

    Ermina Jaen

    Editor Siaran RRI Surabaya

  • Tentang Editor

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00