• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Refleksi Hardiknas, Dewan Pendidikan Kota Kediri Soroti PPDB 2019

2 May
20:49 2019
0 Votes (0)

RRI, Kediri : Untuk merefleksi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019, Dewan Pendidikan Kota Kediri menyoroti upaya Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan Permendikbud Nomor 51 Tahu 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Meski dalam pasal 3, Permendikbud ini bertujuan sebagai pedoman kepala daerah untuk membuat kebijakan teknis PPDB dan menetapkan zonasi sesuai kewenangannya, tapi aturan ini sangat membatasi inovasi pemda setempat dalam pelaksanaan PPDB," kata Ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri, Heri Nurdianto, saat konferensi pers Refleksi Hardiknas 2019, di Kota Kediri, Kamis (2/5/2019).

Heri menyampaikan, dalam pasal 42 dan 43 Permendikbud ini, juga jelas disebutkan bahwa perintah kepada pemda supaya kebijakan PPDB di daerah berpedoman pada pasal 42. Selanjutnya pasal 43, sekolah yang diselenggarakan pemda tidak dapat menetapkan persyaratan PPDB yang bertentangan dengan ketentuan tersebut.

"Sementara, pada Permendikbud ini ada beberapa isi yang menimbulkan kegelisahan bagi penyelenggara pendidikan di daerah," ujarnya.

Kegelisahan ini, contoh dia, di antaranya sistem seleksi penerimaan peserta didik memakai zonasi 90 persen dan jalur prestasi hanya 5 persen. Lalu sisanya yang 5 persen, adalah kuota untuk perpindahan tugas orang tua dari peserta didik.

"Jika dirinci, kami mencatat adanya sentralisasi aturan PPDB yang dituangkan dalam Permendikbud 51/2018 dan Surat Edaran bersama Mendikbud dan Mendagri," katanya.

Dia menilai, untuk sistem seleksi menggunakan zonasi 90 persen untuk PPDB di tingkat Sekolah Dasar, umumnya, Dewan Pendidikan Kota Kediri sepakat. Apalagi, sebaran sekolah SD ini cenderung merata di tiap kelurahan atau desa. Hal ini bisa diartikan, bahwa jumlah calon peserta didik yang akan masuk di Kelas 1 SD sangat proporsional dengan jumlah sekolah yang ada.

"Tapi, untuk sistem seleksi 90 persen tingkat SMP, kami minta Pemkot Kediri mempertimbangkan lagi. Karena, sebaran SMP Negeri khususnya di Kota Kediri tidak merata di tiap kecamatan," katanya.

Perlu diketahui pula, lanjut dia, sebaran SMP negeri di Kota Kediri ada 8 sekolah. Lokasinya, ada 3 SMP di Kecamatan Mojoroto, antara lain SMP Negeri 4, SMP Negeri 8, dan SMP Negeri 6. Lalu, di Kecamatan Kota ada 4 sekolah, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 7, sedangkan di Kecamatan Pesantren hanya ada 1 sekolah, yakni SMP Negeri 5.

"Berikutnya, kuota 5 persen untuk jalur prestasi sangat kecil dan tidak dapat melakukan pembinaan kepada peserta didik berprestasi non akademik secara berkelanjutan. Seperti di bidang olahraga dan seni, misalnya jika total PAGU kelas 7 SMP sekitar 330-360an, maka jumlah peserta didik jalur hanya sekitar 16-18 anak," katanya.

Walau begitu, Dewan Pendidikan Kota Kediri sangat mendukung upaya pemerintah, yang memastikan sekolah yang menggelar PPDB tidak akan melakukan jual beli kursi atau titipan peserta didik, maupun pungli dan sejenisnya. (ac)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00