• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

BPJS Kesehatan Kediri Imbau RS Segera Perbaiki Status Akreditasi

2 May
20:00 2019
1 Votes (5)

RRI, Kediri : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali mengingatkan sejumlah rumah sakit yang menjadi mitranya untuk memperbarui status akreditasi. Di wilayah kerja Kantor Cabang Kediri, terdapat satu rumah sakit yang harus segera diperbarui status akreditasinya, yakni Rumah Sakit Arga Husada, karena sertifikasi akreditasinya habis pada 17 April 2019.

"Sesuai regulasi yang berlaku, akreditasi menjadi salah satu syarat wajib untuk memastikan peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selain itu, RS Umum Ananda Blitar yang akreditasinya habis pada 26 Mei 2019, dan RS Umum Aisyah Nganjuk yang akreditasinya berakhir pada 1 Juni 2019," kata Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri, Yessi Kumalasari, dalam konferensi pers, di Kantor BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri, Kamis (2/5/2019).

Menurut Yessi, akreditasi merupakan bentuk perlindungan pemerintah, dalam memenuhi hak setiap warga negara. Tujuannya, agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu oleh fasilitas pelayanan kesehatan.

"Nah, akreditasi ini tidak hanya melindungi masyarakat, tapi juga melindungi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit itu sendiri," ujarnya

Yessi menjelaskan, secara umum, akreditasi sebagai persyaratan bagi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sudah seharusnya diberlakukan sejak awal tahun 2014. Hal ini seiring dengan pelaksanaan Program JKN-KIS.

"Namun karena memperhatikan kesiapan rumah sakit, ketentuan ini kemudian diperpanjang hingga 1 Januari 2019. Upaya ini, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 99 Tahun 2015 tentang perubahan PMK 71 Tahun 2013 Pasal 41 ayat (3)," katanya.

Di sisi lain, tambah dia, pihaknya sudah mengingatkan rumah sakit untuk mengurus status akreditasinya. Pada awal tahun lalu, pemerintah sudah memberi kesempatan kepada rumah sakit yang belum melaksanakan akreditasi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Selain itu, pemerintah juga telah memberikan surat rekomendasi kepada sejumlah rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang belum terakreditasi agar paling lambat 30 Juni 2019 nanti harus sudah terakreditasi," katanya.

Kemudian, lanjut dia, di luar daftar rumah sakit tersebut, maka Rumah Sakit yang habis masa akreditasinya tidak bisa melanjutkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Semenara, pada 11 Februari 2019, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes juga sudah mengirimkan pemberitahuan bagi rumah sakit agar segera terakreditasi.

Hingga akhir April 2019, terdapat 2.428 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, terdiri atas 2.202 rumah sakit dan 226 klinik utama. Dari 720 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan, pada Desember 2018 yang belum terakreditasi, pada saat ini jumlahnya menurun menjadi 271 rumah sakit.

"Kamipun mengapresiasi langkah manajemen rumah sakit yang telah menempatkan akreditasi sebagai salah satu prioritas utama mereka. Apalagi, Fasilitas Kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib memperbarui kontraknya setiap tahun," katanya.

Di lain pihak, putusnya kerja sama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan, bukan hanya karena faktor akreditasi semata. Ada juga, rumah sakit yang diputus kerja samanya karena tidak lolos kredensialing, sudah tidak beroperasi, atau Surat Izin Operasionalnya sudah habis masa berlakunya. Dalam proses ini juga mempertimbangkan pendapat Dinas Kesehatan dan atau Asosiasi Fasilitas Kesehatan setempat. Bahkan, juga memastikan bahwa pemutusan kontrak tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat dengan melalui pemetaan analisis kebutuhan fasilitas kesehatan di suatu daerah. 

Perlu diketahui, kriteria teknis yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk menyeleksi fasilitas kesehatan yang ingin bergabung, antara lain sumber daya manusia (tenaga medis yang kompeten), kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan. (ac)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00