• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Kepala Puskesmas Widang Diamankan Polisi Karena Korupsi Dana Jaspel

29 March
00:17 2019
1 Votes (4)

KBRN, Surabaya : Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, mengamankan Kepala Puskesmas Widang, lantaran diduga melakukan korupsi honor pegawai. 

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan, tersangka bernama Hj. Sinta Puspita Sari (45), merupakan Aparatur Sipil Negara sekaligus dokter di Puskesmas tersebut.

Modus operandi tersangka Sinta adalah, memotong dana Jasa Pelayanan (Jaspel) dari pegawai dan staf di Puskesmas Widang. Polisi pun mengamankan uang tunai senilai Rp 171 juta. 

"Kami mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 171 juta diduga hasil korupsi dana Jaspel," kata Yusep, Kamis (28/3/2019).

Sedikitnya 30 orang karyawan dan staf yang bekerja di Puakesmas Widang, harus rela dana Jaspel mereka dipotong yang dibayarkan ke bendahara puskesmas. Bahkan, tersangka juga melakukan korupsi pemotongan dana Jaspel selama empat bulan. 

Yusep mengungkapkan pemotongan dananya bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. 

"Pemotongan dana Jaspel bervariatif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta," ungkap Yusep. 

Uang hasil pemotongan dana Jaspel yang dikumpulkan melalui bendahara Puskesmas Ini selanjutnya disetorkan ke rekening bank. Rekening tersebut merupakan penampungan yang dibuka staf TU sesuai perintah Sinta.

Sementara itu, Sinta mengaku hanya mengantongi 40% dari uang tersebut. Sisanya sebanyak 60% digunakan untuk keperluan Puskesmas. 

"Tersangka menerima keuntungan 40 persen dari hasil pemotongan Jaspel tersebut," lanjut Yusep.

Namun, Yusep mengaku tidak bisa menahan Sinta. Lantaran dalam puskesmas tersebut, hanya ada dua dokter yang bertugas. Yusep menambahkan ada beberapa pertimbangan, seperti pelayanan dari Puskesmas yang tak boleh terbengkalai.

Tetapi nanti akan ada saatnya pihaknya melakukan penahanan. Yusep menambahkan semua hal bisa saja terjadi, termasuk penambahan tersangka baru.

Di kesempatan ini, polisi juga menyita beberapa barang bukti. Mulai dari uang sejumlah Rp. 171 juta, satu bendel SPJ JKN Bulan Juli 2018 hingga Februari 2019, satu dokumen pemotongan dana Jaspel, empa buah HP, dua buah buku rekening hingga satu laptop.

Pelaku juga dijerat pasal 12 huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00