• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Dua Kilo Sabu asal Malaysia

28 March
01:10 2019
1 Votes (4)

KBRN, Surabaya : Petugas Bea dan Cukai Juanda kembali menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu (Methamphetamine) sebanyak lebih dari dua kilogram melalui terminal Bandara Internasional Juanda Surabaya. Empat bungkus narkoba tersebut disembunyikan didalam Vacuum Cleaner. 

Tersangka yang diamankan adalah Osmanhas (47) asal Sampang, Madura Jawa Timur. Ia diamankan petugas Bandara Juanda dipintu kedatangan terminal 1 Bandara Juanda, pada Senin 25 Maret 2019 lalu. 

Kepala Bea dan Cukai Juanda, Budi Harjanto menjelaskan penggagalan upaya penyelundupan narkoba ke Jawa Timur berawal dari informasi yang dihimpun petugas bahwa akan ada penumpang yang hendak membawa Shabu melalui bandara Juanda. 

Tersangka Osmanhas diketahui sebagai penumpang pesawat Air Asia (QZ321) dengan rute penerbangan Kuala Lumpur (KUL) tujuan Surabaya (SUB). 

"Seperti biasa, petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang," kata Budi saat merilis tersangka, Rabu (27/3/2019).

Saat pemeriksaan berlangsung, lanjutnya, petugas mencurigai dua buah kardus yang diketahui milik tersangka. Kecurigaan petugas berdasarkan hasil pemeriksaan mesin X-Ray. Kemudian pemilik kardus Vacuum Cleaner dilakukan pemeriksaan mendalam. 

"Termasuk membongkar isi dua buah kardus tersebut. Didalamnya terdapat Vacuum Cleaner. Dan petugas menemukan sabu sebanyak empat bungkus plastik yang diduga mengandung Methamphetamine," terangnya. 

Terhadap barang bukti tersebut, petugas lalu melakukan uji laboratorium dan didapat hasilnya mengandung Narkoba Jenis Methamphetamine. Dalam kasus ini, petugas mengamankan empat bungkus narkoba yang jumlahnya mencapai 2.625 gram atau sekitar 2 kilogram lebih. 

"Barang haram tersebut rencananya mau diedarkan di Surabaya dan sekitarnya. Beruntung, petugas lebih dulu menggagalkan upaya penyelundupan tersebut," tambahnya. 

Kepada petugas, tersangka mengaku tidak tahu menahu soal isi barang haram tersebut. Tersangka mengaku dititipi seseorang dari Malaysia. "Saya hanya dititipi barang suruh bawa ke Surabaya dan diberi uang senilai Rp 1.300.000," tandasnya. 

Selanjutnya, tersangka diserahkan ke Dir Reserse Narkoba Polda Jatim. Pelaku terancam Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dangan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00