• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Polres Kediri Kota Ungkap Kasus Pembunuhan Nenek 75 Tahun

14 February
21:03 2019
1 Votes (5)

RRI, Kediri : Kepolisian Resor (Polres) Kediri Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan korban seorang nenek, bernama Sukinem (75), yang ditemukan meninggal dunia di salah satu kios, di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, pada 28 Januari 2019.

"Pengungkapan kasus ini, terjadi saat kami berhasil menangkap dua orang pelaku di rumahnya, pada tanggal 13 Februari 2019. Masing-masing, atas nama Dedi Asmawan alias DA (26) dan Ahmad Setiawan alias AS (25), yang mana kedua orang ini merupakan warga Desa Kauman, Pagu, Kabupaten Kediri," kata Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Hariyadi S.IK., MH, saat menggelar press release kasus pembunuhan Sukinem, di Polres Kediri Kota, Kamis (14/2/2019).

Menurut Anthon, saat penangkapan kedua pelaku tersebut, DA sempat berusaha melarikan diri. Untuk mencegahnya, maka petugas kepolisian setempat langsung memberikan hadiah timah panas, yang mengenai salah satu kaki DA.

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut didasari hasil penyelidikan petugas kepolisian setempat, penemuan sejumlah bukti, dan keterangan beberapa saksi. Alhasil, diketahui bahwa DA adalah teman dekat si korban, yang kerap kali mendatangi kios Sukinem di Pasar Setono Betek, Kota Kediri.

"Bahkan, saat sebelum kejadian pembunuhan ini, kuat dugaan, jika DA dan AS merupakan orang terakhir yang ditemui korban Sukinem alias Mbah Menthil," ujarnya.

Mengenai motif pembunuhan tersebut, tambah dia, bahwa tindakan ini dilandasi keinginan pelaku yang mau menguasai harta Sukinem. Lantaran, nenek yang berprofesi sebagai pengumpul barang rosok tersebut memiliki sejumlah barang berharga.

"Bahkan, setelah kami interogasi, ternyata DA ini tahu kalau Mbah Sukinem baru saja membeli emas perhiasan bernilai jutaan rupiah," katanya.

Terkait kronologis kejadian, kata dia, hal ini bermula dari kisah asmara antara DA dan Sukinem yang terjadi sejak tahun 2013. Hubungan percintaan keduanya ini muncul, karena DA sering membantu Sukinem menjual barang rosoknya.

Hingga kemudian, pada dini hari (28/1/2019), ketika DA yang saat itu diantar oleh AS, bertandang ke kios Sukinem. Lantaran, adanya hubungan asmara, saat DA tiba pada dini hari, maka korban tidak menaruh curiga kepada si pelaku dan langsung membukakan pintu.

"Pada waktu inilah, DA sempat berbincang dengan Sukinem, hingga kembali melakukan hubungan suami istri. Tapi, karena berniat menguasai harta korban, maka dia langsung membunuh nenek ini dengan mencekik leher, dan menyumpal mulut korban," katanya.

Usai melakukan aksi tersebut, imbuh dia, DA langsung mengambil dua buah cincin, dua buah gelang, serta uang korban senilai Rp 1,6 juta. Yang mana, barang berharga itu disimpan Sukinem, di dalam stagen atau centing yang dikenakannya.

"Lalu, perhiasan yang dicuri pelaku ini lantas dijual dan hasilnya dibagi dua antara DA dan AS. Selain itu, DA juga menggunakan uang korban untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Dari kasus ini, petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, kerudung warna merah muda, kain stagen warna hitam, tali kain warna putih, kain batik atau jarit, KTP atas nama Sukinem, dan sepeda motor Mio milik pelaku dengan nomor polisi AG 3125 JN.

Sementara itu, para pelaku ini dikenakan Pasal 339 KUHP subsider Pasal 338 KUHP atau Pasal 365 ayat ( 3 ) KUHP. Mereka diancam hukuman pidana penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun. (ac)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00