• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Driver Online Jatim Ancam Demo, Respon Larangan Penggunaan GPS

2 February
20:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Perhimpunan driver Online Indonesia – Jawa Timur resah dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi yang melarang penggunaan GPS saat mengemudi.  Humas Perhimpunan Driver  Online Indonesia Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, Sabtu (2/2/2019) mengatakan, bahwa keberadaan GPS sangat penting bagi driver on line untuk penjemputan dan pengantaran penumpang.

“Lagian lihat GPS nya kan gak lama sambil lalu aja,” ujarnya ketika dihubungi

Daniel menilai keputusan tersebut tak masuk akal. Menurutnya, sebenranya masih banyak hal lain yang semestinya diperhatikan daripada larangan penggunaan GPS.

“GPS itu tehnologi, mask kembali ke masa lampau, harus tanya orang kalau cari alamat,” terangnya

Ia mengangap, keputusan larangan penggunaan GPS kontroversial, dan menimbulkan keresahan banyak pihak, diantaranya driver On line.

“Ojek online resah sekarang ini,” sebutnya

Para driver online khawatir dengan adanya aturan itu, akan banyak penilangan. Untuk menyikapi kebijakan tersebut, Daniel mengungkapkan, bahwa pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan para driver.

“Kita segara melakukan kopdar dengan teman-teman lainnya,” ucapnya

Langkah lainnya, para driver juga mengagendakan pertemuan dengan aparat kepolisian guna mendapatkan penjelasan tentang masalah larangan penggunaan GPS.

“Kalau perlu kita akan turun ke jalan nanti,” tegasnya

Beberapa driver online saat ini sudah saling komunikasi guna merespon aturan tentang larangan penggunaan GPS. Daniel mengaku, hingga saat ini, para driver online belum mendapatkan sosialisasi mengenai langan penggunaan GPS dari aparat kepolisian.

Berdasarkan keputusan MK, larangan penggunaan GPS dikeluarkan karena membuat konsentrasi pengemudi terganggu saat berkendara. Menurut MK, berkendara sembari melihat HP bisa dipenjara karena melanggar UU lalu lintas. Peraturan tersebut dinilai tepat selaras dengan UU 22 Tahun 2009 tentag Lalu Lintas Angkutan Jalan Pasal 283, yang isinya, Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudikan di jalan,akan dipidana dengan kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.-.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00