• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pariwisata

Hadirkan Konsep 'Ndeso', Pasar Tradisional 'Papringan' Kediri Tarik Minat Wisatawan

17 January
18:34 2019
0 Votes (0)

RRI, Kediri: Untuk mengembangkan kearifan lokal di Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, pemerintah daerah setempat menciptakan destinasi wisata baru, dengan konsep 'ndeso' bernama Pasar Tradisional 'Papringan'.

"Kami berupaya mengenalkan kembali beragam kuliner dan kearifan lokal yang dimiliki oleh warga setempat. Apalagi, banyak jajanan pasar tradisional yang kini nyaris langka, sehingga generasi milenial kurang mengenal," kata Kepala Desa Jambu, Agus Joko Susilo, di Pasar Tradisional Papringan, yang berlokasi di Kebun Bibit Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Kamis (17/1/2019).

Agus meyakini, dengan konsep ala pedesaan atau 'ndeso' inilah, hal tersebut bakal menarik minat masyarakat, terutama wisatawan untuk berkunjung ke area wisata ini. Terlebih lagi, pihaknya bersama masyarakat sengaja mendesain tata letak dan stan penjual di pasar tradisional itu dengan nuansa tempo dulu.

"Kami juga menyeleksi beragam kuliner dan produk UMKM yang akan diperdagangkan. Syaratnya, harus bersifat tradisional dan dari segi kemasan wajib memakai bahan alami, misalnya beralaskan daun pisang," ujarnya.

Salah satu pengunjung, sekaligus pengurus Karang Taruna Elang Kelud, Kabupaten Kediri, Eva Kristinawati, mengatakan, kawasan wisata yang berlokasi di jalan provinsi ini sangat cocok dibuka dengan konsep baru.

"Saya ke sini untuk berkunjung, karena penasaran dengan konsep Pasar Tradisional Papringan. Yang ternyata, area wisata ini menggabungkan sejumlah unsur alam," katanya.

Dia menyebutkan, di antaranya menghadirkan suasana pasar zaman dulu dan dilengkapi dengan sejumlah pedagang berbusana tradisional yang menjajakan produknya di bawah rerimbunan pohon bambu. Mereka umumnya, menjual aneka jenis kuliner hingga produk khas Kediri.

"Ada yang menjual es krim susu kambing etawa, jenang jagung, bubur sagu, hingga kue serabi yang dikemas unik. Semua produk ini dijual dengan harga terjangkau," katanya.

Sementara itu, di lokasi yang sama, seorang penjual aneka minuman jamu, dan jajan pasar, Lenita mengaku, sangat bangga dengan dibukanya Pasar Tradisional Papringan di desanya. Lantaran, kawasan ini dapat mendatangkan banyak pengunjung lokal maupun luar Kediri. Bahkan, mampu menarik kunjungan sejumlah media massa nasional, untuk ikut mengenalkan profil Desa Jambu sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Kediri.

"Seperti hari ini saja, kami menerima kunjungan Richard Kyle, sebagai host program My Trip My Adventure (MTMA) di salah satu televisi nasional. Mereka datang, untuk melakukan shooting dan mengeksplor Pasar Tradisional Papringan serta kearifan budaya lokal di Desa Jambu," katanya.

Dari konsep "ndeso" inilah,  Lenita dan sejumlah warga di wilayahnya, optimistis, pengembangan desa wisata ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga tercintanya. Bahkan, meskipun pasar ini dibuka pada akhir pekan, dia bisa meraup pendapatan sebesar Rp 400.000 per hari.

Sebagai informasi, Pasar Tradisional Papringan ini, didukung oleh keberadaan puluhan penjual kuliner hingga aneka kerajinan khas Kediri. Umumnya, mereka berasal dari 13 rukun tetangga atau RT yang menyebar di Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. (ac)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00