• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Libatkan Lansia di Karnaval Budaya Pandhalungan, Pemkab Jember di Kecam

31 December
21:28 2018
2 Votes (5)

KBRN, Jember : Langkah Dinas Sosial Mengajak 12 orang lanjut usia terlantar dan dirawat Liponsos (Lingkungan Pondok Sosial) mengikuti Karnaval Budaya Pandhalungan, pada Senin (31/12/2018) mendapatkan kedalaman berbagai pihak.

Bahkan Seknas Jokowi menilai pelibatan lansia itu merupakan bentuk eksploitasi. Adanya beberapa lansia yang diikut sertakan dengan naik kereta kelinci atau odong-odong bertuliskan "lansia terlantar" dikategorikan mempertontonkan aib atau hal yang tidak sepantasnya.

"Kami dari Seknas Jokowi Kabupaten Jember meminta pihak pemkab Jember dalam hal ini pihak dinas sosial Kabupaten Jember menjelaskan permasalahan ini ke masyarakat Jember dan Meminta maaf kepada para lansia yang "terlantar" tersebut," ungkap Seknas Jokowi Kabupaten Jember Sapto Raharjanto.

Sapto menjelaskan sebagai bagian dari masyarakat Jember pihaknya sangat prihatin, kecewa dan mengutuk perbuatan yang jauh dari nilai nilai etika dan adat budaya.

"Kita itu diajari menghormati orang tua apapun kondisinya. Bukan malah memamerkan aib orang tua hanya untuk pencitraan saja." Bagaimana kalau yang diarak di kereta tersebut adalah kakek nenek kita,atau bapak ibu kita sendiri, atau orang tua dari para pejabat di Jember," tanyanya.

Terkait hal itu Seknas Jokowi meminta agar kementerian Sosial Republik Indonesia dalam hal ini Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita selaku Menteri Sosial Republik Indonesia untuk mengatensi permasalahan yang sangat serius ini.

"Kita juga meminta ada evaluasi Dinas Sosial Kabupaten Jember sehingga kedepannya tidak ada lagi kejadian memalukan ini dan tidak ada lagi bentuk bentuk eksploitasi terhadap kaum lansia ini," terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Isnaini Dwi Susanti beralasan mengajak 12 orang lanjut usia yang terlantar dan dirawat di Liposos (Lingkungan Pondok Sosial) mengikuti Karnaval Budaya Pandhalungan Susanti karena merasa kasihan dengan kehidupan para lansia.

"Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa dunia tak sesempit itu (tak hanya di lingkungan liposos). Ada juga keramaian di kanan dan kiri," paparnya.

Susanti mengaku punya nazar (janji kepada Tuhan) untuk mengajak para lansia yang dibina Dinsos untuk berjalan-jalan dengan kereta kelinci," Ternyata Tuhan takdirkan ada karnaval, sehingga saya ajak karnaval," katanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00