• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seni & Budaya

Cantiknya Pohon Natal Mini dari Botol Bekas Kreasi Pelajar Baptis Peniel Surabaya

20 December
13:14 2018
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya : Sejumlah pelajar dari sekolah Paud-TK-SD Baptis Peniel Surabaya membuat pohon Natal dari barang bekas. Barang dari botol tidak dipakai dan pernak-pernik ini berjumlah 250 botol. Dengan 1 botol untuk satu karya pohon Natal.

Hasil karya siswa- siswi ini digelar di dalam gereja sebagai dekorasi menyambut Natal. Ini sekligus pengenalan karya fisik tiga dimensi kepada pelajar.

Adrienne Minerva salah satu pelajar kelas 4 Baptis Peniel Surabaya menjelaskan membutuhkan waktu 2 hari untuk bisa membuat pohon Natal dari bahan bekas beserta pernak-perniknya.

Ia mengaku mengerjakan sendiri tanpa dibantu orang tua maupun saudara. Bagi Adrien melakukan kreasi dari barang bekas baru pertama kali dilakukan meski diakuinya semua itu butuh ketelatenan.

"Ini membuat pohon Natal dari barang bekas kertas dan botol. Tidak sudah sih, sendiri tidak dibantu mama. Satu kali bikin ini, ya senang buat gini," ungkap Adrienne Minerva disela memberikan pohon Natal dari barang bekas kepada Guru, Pengurus Yayasan dan Pendeta, Kamis (20/12/2018).

Bambang Sugianto Ketua Yayasan Baptis Peniel Surabaya menerangkan apa yang dibuat peserta didik ini sebagai bentuk pembelajaran. Selain menyemarakkan Natal kesempatan ini juga dimanfaatkan sebagai wujud perayaan Natal dengan nuansa dunia.

"Kita ingin menekankan kita harus bersatu tidak hanya di Sekolah tapi juga dilingkungan. Ini siswa membuat pohon Natal mini. Ini bahanya dari alami yang ada disekitar baik itu botol, plastik dan lainnya," urai Bambang.

Selain membuat pohon Natal dari bahan bekas dalam kesempatan ini siswa siswi juga dikenalkan wujud keberagaman dengan memakai baju adat dan baju berbagai negara lain.

"Kita hidup didunia itu harus saling mengasihi antar sesama, kita tidak hanya kenalkan antar suku di Indonesi tapi mereka juga mempunyai sahabat-sahabat lainnya dari belahan dunia, karena itu ada yang pakai baju adat di Indonesia, Jepang dan koboik baju ala Amerika," terangnya.

Senada dengan Bambang, pegiat seni sanggar Fayrus Sejati Toto Imansyah menambahkan mengajak siswa kreatif dengan membuat bahan dari bahan bekas sebagai bentuk pembelajaran dan pengenalan karya tiga dimensi.

"Selama ini anak-anak taunya menggambar dan mewarna, nah kia ini sekaligus mengenalkan karya tiga dimensi dengan membuat pohon natal dari bahan bekas," kata Toto Imansyah.

Dalam kesempatan ini selain melatih anak untuk kreatif dengan membuat pohon Natal mini siswa-siswi juga unjuk kebolehan dengan menyanyi. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00