• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Tes Urine, BNN Kabupaten Kediri Temukan Sopir Bus Diduga Pengguna Morfin

19 December
15:22 2018
0 Votes (0)

RRI, Kediri : Untuk menunjang keselamatan penumpang pada arus Natal dan Tahun Baru, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri menggelar tes urine bagi sejumlah sopir bus di Terminal Pare, Kabupaten Kediri.

"Pada agenda ini, ada banyak sopir bus yang melakukan tes urine. Bahkan termasuk, para kondektur bus yang ikut mendampingi para pengemudi juga kami minta tes urine," kata Kepala BNN Kabupaten Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati, saat menggelar tes urine, di Terminal Pare, Kabupaten Kediri, Rabu (19/12/2018).

Menurut dia, para sopir bus dan kondektur ini bertugas di berbagai jurusan, terutama di Kediri-Surabaya melalui Pare, Kabupaten Kediri. Sementara itu, agenda ini digelar sebagai upaya mengatasi perluasan bahaya narkoba di Kediri dan sekitarnya.

"Langkah ini juga sekaligus melindungi masyarakat dan para sopir bus dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Jangan sampai barang haram ini, merusak perkembangan generasi muda mendatang," katanya.

Sementara itu, salah satu tenaga kesehatan dari BNN Kabupaten Kediri,  Fairus mengemukakan, dari hasil pemeriksaan saat ini, pihaknya menemukan, beberapa orang sopir yang di bawah pengaruh obat. Salah satunya, sopir bus berinisial "N" yang diduga menggunakan morfin.

Untuk menindak sopir bus tersebut, pria berinisial N ini, telah diamankan dan tidak diizinkan untuk mengemudi bus. Bahkan pihaknya sempat diinterogasi oleh petugas BNN setempat.

"Kemudian, dia juga diwajibkan melapor ke pihak BNN Kabupaten Kediri dalam waktu 1 x 24 jam mendatang," katanya.

Namun demikian, dari keterangan sang sopir, dia mengaku mengonsumsi morfin sesuai resep dokter. Lantaran, sopir yang bertugas di PO Rukun Jaya ini berdalih menderita penyakit paru-paru dan jantung.

"Untuk membuktikan bagwa morfin ini benar dianjurkan oleh dokter, maka kami minta ia menunjukkan bukti pelengkap. Selain ada yang terduga memakai morfin, ada pula yang terindikasi di bawah pengaruh obat, yakni obat pegal linu," katanya.

Di sisi lain, akibat temuan BNN saat ini, kini satu unit bus yang dikendarai oleh sopir berinisial "N" tersebut, maka pihak BNN setempat meminta pemilik PO terkait untuk mengganti sang  pengemudi. Pada akhirnya, bus tersebut dikendarai oleh sopir pengganti yang dinyatakan bebas narkoba.

Dengan demikian, lanjut dia, para penumpang bus yang sempat tertunda perjalanannya, lantas bisa melanjutkan kegiatan mereka hingga sampai ke daerah tujuan. (ac)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00