• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Jazz : Pengenalan Kebudayaan dan Pendidikan

15 November
17:55 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Muda dan bertalenta, setidaknya dua kata itu yang menggambarkan sosok Kika Sprangers. Pemain saksofon kelahiran Nijmegen 24 tahun lalu ini menggugah penontonnya dengan permainan dan karakteristik suaranya yang liris dan merdu. 

Melalui komposisinya yang penuh warna dan mempesona, dia menemukan suara untuk mengekspresikan dirinya dan menceritakan cerita yang begitu kuat pada pendengarnya.

Kekhasan musiknya memiliki nada ketenangan dan melankolis, diperkaya dengan harmoni megah yang dilengkapi dengan alur yang kuat. 

Di Belanda, Kika dikenal sebagai salah satu talenta muda terbaik dalam jazz kontemporer. Fokus utamanya adalah quintet dan 'large ensemble' nya. 

Mereka pernah tampil di Jazz Festival Rotterdam, Tivoli Vredenburg Cloud Nine Utrecht dan the Grantefestival Amsterdam. 

Tahun ini Kika bahkan terpilih sebagai Young VIP 2018 kategori Best New Jazz artist oleh Dutch Jazz Bookers and Musicians.

Musik dapat menjembatani antara bagian-bagian yang berbeda serta menjadi sarana pendidikan dan pengenalan kebudayaan. 

Apapun jenis musiknya, dapat menjadi kegemaran setiap orang dan memiliki massanya sendiri, demikian pula halnya dengan musik jazz. 

Beruntung kali ini Yayasan Caraka Mulia dan Erasmus Huis bekerjasama dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berkesempatan menghadirkan Kika Sprangers dan timnya untuk menggelar konser gratis di UKWMS. 

Konser ini digelar Rabu malam (14/11/2018), dihadiri oleh sekitar 300 orang penonton dari berbagai kalangan. Berlangsung selama kurang lebih satu jam lima belas menit, total ada sembilan komposisi instrumen jazz yang dimainkan oleh Kika Sprangers dan Quintet. 

Ada sebuah lagu yang ia tulis karena terinspirasi dari pengalamannya bepergian dengan kereta api di Belanda dan melihat kehidupan di dalam kereta yang tampak seperti miniatur masyarakat. 

Selain itu juga ada sebuah lagu yang ia buat karena terinspirasi dari sebuah puisi Belanda. 

"Kami terinspirasi dari banyak hal yang kami alami dalam hidup sehari-hari. Musik yang kami buat memiliki hubungan satu dengan yang lainnya dan terangkai seperti sebuah cerita," ungkap Kika.

Mereka berharap penonton dapat menikmati seluruh rangkaian musik jazz yang tersaji dalam konser dan menangkap kisah yang ingin mereka sampaikan.

Hadir bersama Kika adalah Eric Sarti yang memainkan instrumen gitar, Willem Romers dengan instrumen drum, Manuel Wouthuijsen memainkan piano akustik dan synth serta Danny Van Ruitenburg yang memainkan Bass. 

Sejak debut di tahun 2016, mereka sudah sering tampil di berbagai tempat bergengsi di Belanda. "Saat mendengar ada kesempatan untuk melakukan konser di Indonesia langsung saja kami sambar kesempatan itu," ujar Eric. 

Konser di Surabaya kali ini adalah destinasi ketiga mereka tampil di Indonesia setelah sebelumnya di Jakarta dan Semarang.

"Dalam bermusik saya juga terinspirasi oleh aneka musik tradisional dari berbagai daerah di dunia, misalnya Afrika Tengah, Skandinavia, Eropa Utara dan lainnya. Saya berharap dapat terinspirasi oleh musik tradisional Indonesia seperti gamelan untuk karya kami berikutnya," ungkap Willem.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00