• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Serba-Serbi

Gubernur Kepri dan Bupati Pekalongan Menerima Award Santri of The Year 2018

29 October
21:38 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Ada dua dari 12 nominasi Santri of The Year 2018 yang memberikan apresiasi terhadap pemimpin daerah. Yaitu nominasi Santri Inspiratif bidang Kepemimpinan, Kepemimpinan dalam pemerintahan Kabupaten dan Kepemimpinan provinsi. 

Dua tokoh santri yang dipilih voters adalah Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mendapatkan 40% atau 4.220 votes. Mengalahkan dua  kandidat lain Gubernur Sahbirin Noor, M.H Gubernur Kalimantan Selatan dengan 33%, atau 3.509 Votes, dan H. Ali Mazi, selaku Gubernur Sulawesi Tenggara, dengan 26% atau 2.770 Votes.

Sedangkan Bupati Pekalongan terpilih setelah mendapatkan votes lebih banyak, yakni 45% atau 3.295 votes dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dengan 32 % atau 3.295 votes dan Bupati Rembang H. Abdul Hafidz di urutan ke tiga, dengan 23 % atau 2.334 votes.

Kedua pemimpin daerah tersebut hadir bersama jajaran pemerintah masing-masing, di Gedung Sport Center UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (29/10/2018). Mereka menyampaikan terimakasih dan mendukung kegiatan yang positif ini. 

Acara yang diselenggarakan oleh kerjasama antara Islam Nusantara Center (INC) dan UINSA Surabaya ini juga dihadiri oleh para penerima penghargaan lainnya. Hadir juga tokoh-tokoh santri dari berbagai kalangan. Mulai dari politisi sampai para kiai dan pengurus Nahdlatul Ulama.

Diantara adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim terpilih Emil Dardak, Rektor UINSA Sudah, Rektor UIN Maliki Malang, Rois Amm PBNU KH Miftahul Akhyar, Sekjen PBNU, dan Menristek Dikti M Nasir, Menpora dan Menag RI. Serta para pengasuh pesantren-pesantren penerima pengalaman.

Berikut profil singkat Bupati dan Gubernur era pemerintahan Jokowi ini.

H. Asip Kholbihi, adalah santri tulen. Sebagai Politisi, Asip mempunyai bekal ilmu keagamaan yang cukup kuat karena telah menghabiskan waktu di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Pesantunan, Kedungwuni. 

Berbekal kedekatannya dengan lingkungan pesantren dan kyai-kyai di Kabupaten Pekalongan, ia  memimpin Kabupaten Pekalongan dengan berbagai terobosan, diantaranya mempromosikan kembali kejayaan batik pekalongan di dunia.  

Wajar jika berbagai pengahargaan telah diraih, baik nasional maupun internasional. Dan yang paling penting, karena cintanya pada pesantren, daerahnya ditasbihkan sebagai Kota Santri.

Lalu, Dr. H. Nurdin Basirun, dilahirkan di Moro tahun 1957. Kepeduliannya kepada dunia pesantren tidak lepas dari didikan keluarganya. Pribadi kesantriannya tetap tampak dalam kepemimpinanya menjadi Gubernur Kepulauan Riau. 

Gubernur Pelaut ini ingin mengembalikan tanah Melayu menjadi daerah yang disinari nilai-nilai Islam sehingga ia selalu mendukung dan mengunjungi pesantren di berabagai  derah Kepulauan Riau meski harus menyusuri lautan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00