• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seni & Budaya

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Masyarakat Kediri Kirab Kitab Kuno

29 October
19:36 2018
0 Votes (0)

RRI, Kediri: Untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, sejumlah masyarakat di Kediri menggelar Kirab Kitab Kuno, di antaranya Kitab Sutasoma dan Negarakertagama.

"Memang selama ini kitab tersebut seringkali dipamerkan. Namun, untuk dikirab, ya baru pertama kali ini," kata Kushartono, Pengelola Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (29/10/2018).

Menurut dia, memang ada yang berbeda dalam peringatan Sumpah Pemuda di Kediri, pada tahun ini. Yang mana, berbagai elemen di Jawa Timur, menggelar Kirab Kitab Kuno, bertempat di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri pada tanggal 28 Oktober 2018.

"Kitab kuno yang dikirab antara lain, Kitab Pusaka Sutasoma yang mengandung semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Kitab Pusaka Negara Kertagama, Kitab Pararaton, dan Garuda Emas Garudeya, berupa emas kuno seberat 20 gram, yang sempat ditemukan di Kediri," katanya.

Kirab ini, ungkap dia, menempuh jarak sejauh 800 meter menuju ke Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, yang merupakan rumah masa kecil Presiden pertama RI, Soekarno.

"Antusias masyarakat, terutama pemuda dari berbagai daerah sangat besar dalam kirab ini. Mereka berasal dari wilayah Kediri, Blitar, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, dan sekitarnya," katanya.

Di lokasi yang sama, Agusta Danang, Humas Panitia Peringatan Sumpah Pemuda, di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kediri, mengatakan, bahwa berbagai kitab kuno yang dikirab ini merupakan koleksi dari Museum Mpu Tantular di Sidoarjo, Jawa Timur. Selama ini, kitab ini memang sering dipamerkan, tapi dalam catatan Museum Mpu Tantular, baru kali ini ada kirab kitab kuno, khususnya di Kediri.

Danang berharap, agenda ini dapat merupakan wujud terima kasih masyarakat Indonesia, pada cendekiawan masa lalu yang bisa menginspirasi negeri ini. Misalnya tampak pada  semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang muncul dari kitab pusaka Sutasoma karangan Mpu Tantular pada abad ke-14.

"Semboyan ini terdapat dalam Pupuh 139, di bait 5, yang mana diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia, untuk kembali ke jati diri Bangsa Indonesia," katanya.

Khususnya, imbuh dia, yang sudah dituliskan oleh para cendekiawan dalam kitab Kuno, yaitu bahwa Indonesia itu berbeda-berbeda, tapi tetap satu. (ac)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00