• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Membedah Wacana Radikalisme di Kampus

30 August
17:25 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya: Lembaga Penyiaran Publik RRI Surabaya bekerjasama dengan FISIP Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan diskusi publik bertemakan “Membedah Wacana Radikalisme di Kampus”. Dialog yang dimoderatori oleh penyiar RRI Surabaya ini berlangsung kemarin (29/8). Adapun peserta diskusi publik ini merupakan mahasiswa dari Program Studi Hubungan Internasional. Dalam kegiatan itu, Kepala Bidang Integrasi Kebangsaan, Bakesbangpol Jawa Timur Budi Sukarlanto mengatakan radikalisme setidaknya secara umum harus dipahami masyarakat.

“Masyarakat jangan apatis. Pemahaman mengenai radikalisme setidaknya tahu agar tidak mudah terpengaruh. Tahu hal tersebut, tetapi tidak ikut terjerumus ke paham radikalismenya”, tegas Budi.

Pada kesempatan yang sama, peneliti terorism and religion in international relations dari UPN Veteran Jatim Prihandono Wibowo menyampaikan radikalisme sendiri masih menjadi perdebatan dimana-mana. “Hingga sekarang belum ada definisi pasti tentang apa itu radikalisme, sehingga narasi yang beredar di masyarakat mengenai faham tersebut sangat beragam dan sifatnya subjektif”, ujar Prihandono.

Di era modern seperti ini, paham radikalisme mudah sekali menyebar ke setiap kalangan individu. Terutama dengan adanya media massa yang terus berkembang. Penyebaran paham ini mulai menyusup dengan cara halus, dan puncaknya ketika paham ini sudah menyebar ke dalam elemen lingkungan perguruan tinggi. Saat ini, perguruan tinggi sendiri masih menjadi tempat yang paling besar dalam penyebaran radikalisme. Menurut Dekan FISIP, UPN Veteran Jatim Lukman Arif, setiap perguruan tinggi melakukan berbagai upaya untuk menetralisir paham radikalisme yang menyebar di kalangan mahasiswa, dan UPN salah satu kampus yang memiliki upaya besar untuk melakukan hal itu.

“UPN melakukan berbagai upaya untuk menekan radikalisme, dengan cara memberikan mata kuliah wajib pada setiap program studi yang bertemakan Kebangsaan, seperti Pancasila, Kewarganegaran, dan Bela Negara. Selain itu ada Outbound Bela Negara dan Kuliah Kerja Nyata Bela Negara, sehingga bisa menjadi filter ancaman yang bertujuan mempertahankan serta melindungi ideology, agar tidak terjadi pecah belah bangsa”, kata Lukman.

Lebih jauh Dekan FISIP, UPN Veteran Jatim mengungkapkan jika di kampus ini banyak kegiatan mahasiswa, seperti unit kegiatan mahasiswa dan organisasi mahasiswa. Kegiatan ini diawasi langsung oleh lembaga, sehingga aktivitas mahasiswa dapat terarah ke hal-hal positif. (Fc)

  • Tentang Penulis

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

  • Tentang Editor

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00