• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Edukasi Bahaya Teroris, Melalui Film 22 Menit

19 July
23:30 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Melawan terorisme, tidak takut dengan terorisme, adalah upaya yang terus digaungkan tiga pilar plus di Jawa Timur. Pemprov Jatim, Polri dan TNI mengajak seluruh elemen masyarakat perang terhadap aksi teror ini. 

Ada cara yang berbeda dari Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) dalam mengenalkan tugas dan kewajiban Polri ketika memberantas teroris, serta bagaimana menginformasikan bahaya terorisme. 

Melalui aksi nonton bareng film '22 Menit', yang rupanya secara serentak dilakukan oleh Polres jajaran di Jatim. Dengan mengajak Forpimda setempat, serta berbagai komunitas dan masyarakat, untuk menonton aksi aksi heroik Polri ketika menghadapi teroris. 

Acara nobar Kamis malam (19/7/2018) digelar di XXI Tunjungan Plaza 5, dihadiri Kapolda Jatim - Irjen Pol Machfud Arifin, Pangdam V Brawijaya - Mayjen TNI Arif Rahman, Kajati Jatim - Sunarta, serta tampak jajaran pejabat utama Polda Jatim, dan Polrestabes Surabaya yang dikomandoi Kapolrestabes Surabaya - Kombes Pol Rudi Setiawan. 

Kapolda Jatim - Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan, melalui film ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota polri lainnya, bagaimana menangani kasus kasus teroris. Selain itu, tiga pilar plus dan seluruh elemen masyarakat turut andil lawan terorisme. 

"Ini menjadi inspirasi buat kita dalam menangani suatu perkara teroris," kata Kapolda. 

Dengan film ini, Kapolda berharap, agar masyarakat mengetahui bahayanya aksi aksi terorisme, serta bagaimana proses perjuangan aparat kepolisian untuk mengungkap, menangkap, serta mencari jaringan jaringan lainnya. 

"Mudah mudahan bisa ber-empati-lah, kita nangani persoalan teroris ini. Dengan harapan tuntutan yang berat, hukumannya maksimal," tegas Kapolda. 

Film 22 Menit, menggambarkan bagaimana Kepolisian berhasil menangkap pelaku serangan bom di Jl. MH. Thamrin pada 2016 lalu hanya dalam waktu kurang dari setengah jam. Serangan bom tersebut telah menimbulkan korban jiwa dari masyarakat sipil. 

"Supaya paham masyarakat ini bahwa teroris harus kita lawan bersama, musuh kita bersama, kira kira gitu," tambahnya. 

Apa yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah aksi terorisme? Kapolda mengatakan, harus ada kepekaan bersama terhadap lingkungan terkecil sekalipun. Selain itu, juga peran serta Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa. 

"Kalau ada perilaku aneh aneh, yang menyimpang, seperti menyendiri, tidak berkomunikasi, nah itu laporkan saja sama kita, biar kita dalami, kita profiling. Itulah bahayanya teroris menjadi ancaman buat kita bersama," tandasnya. 

Dalam film 22 Menit, diceritakan seorang polisi bernama Ardi yang diperankan oleh Ario Bayu dengan satuan kepolisian, memburu pelaku pengeboman di Jl. MH. Thamrin. Polisi lalu lintas bernama Firman diperankan Ade Firman Hakim turut membantu mengamankan warga. 

Baku tembak pun tidak terhindarkan. Salah satu korban adalah office boy bernama Anas yang dilakonkan Ence Bagus saat itu sedang membeli pesanan makan siang. Korban luka lain adalah Dessy diperankan Ardina Rasti dan Mitha dilakonkan Hana Malasan, dua karyawati yang sedang bergegas ke tempat kerja. 

Ardi, Firman dan segenap jajaran unit anti terorisme mempertaruhkan nyawa demi mengamankan ibukota dari ledakan bom tersebut. Dalam 22 menit, pelaku berhasil diringkus. (Anik) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00