• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pernik Ramadhan

Kisah Warga Binaan Belajar Salat Jenazah di Ponpes Terpadu At-Taubat Kediri

12 June
19:03 2017
0 Votes (0)

RRI, Kediri: Masa kecil adalah usia emas di mana seseorang dapat belajar dan menyerap berbagai ilmu pengetahuan termasuk Ilmu Agama Islam. Namun, momentum ini terasa sia-sia tatkala telah terlampaui dan menjadi masa lalu. Khususnya yang dialami oleh sejumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri.

Secara umum, para narapidana ini mengaku terlambat belajar Ilmu Agama. Akibatnya, mereka baru bisa belajar Agama Islam secara mendalam ketika telah berada di balik jeruji besi.

Hal ini diungkapkan salah satu warga binaan di Lapas Kelas II A Kediri yang akrab disapa Atin. Pria berusia 22 tahun ini mengaku, sangat bangga dapat belajar Agama Islam secara serius di lingkungan barunya.

"Selain diajari mengaji, salat wajib dan sunah, di tempat ini kami juga dilatih cara memandikan dan mensalatkan jenazah. Kami semakin memahami cara bermasyarakat yang baik dan benar, serta tidak meninggalkan ajaran Allah SWT," kata Atin, saat mengikuti Tausiyah Ramadhan dan Pelatihan Salat Jenazah, di Pondok Pesantren Terpadu At-Taubat, di Lapas Kelas II A Kediri, Senin (12/6/2017).

Menanggapi hal ini, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri, HM Latif Saifudin, membenarkan, kalau hidup di balik tahanan bukan hambatan bagi mereka untuk tetap menimba ilmu Agama Islam. Terlebih, saat ini memasuki Bulan Suci Ramadhan di mana ada banyak pahala yang dijanjikan Allah SWT guna menghapus dosa manusia.

"Untuk itu, keberadaan Masjid At-Taubat dan Pondok Pesantren Terpadu At-Taubah adalah kunci hidup para warga binaan. Tujuannya, agar keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah SWT semakin bertambah," ujarnya.

Dengan pendirian Pondok Pesantren ini, yakin dia, para narapidana laki-laki maupun wanita di Lapas tersebut dapat belajar hidup rukun antarsesama umat beragama. Kemudian, membekali diri mereka dengan ilmu Agama Islam serta mengamalkannya di kehidupan masing-masing.

Dia menambahkan, Pondok Pesantren di dalam lingkungan warga binaan ini berada di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pondok pesantren yang berdiri tanggal 1 Februari 2107 itu, dibantu pengelolannya oleh Yayasan Pendidikan Islam Tribakti, yang juga menaungi Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Sejak berdiri sampai sekarang, Pimpinan Pondok Pesantren ini adalah Bustanul Arifin. Kemudian, pengelolaannya ikut didukung oleh 32 ustadz yang selalu sabar dalam membimbing setiap warga binaan. Untuk memudahkan pengajaran agama ini,  maka ratusan narapidana itu dibagi dalam sejumlah kelas.

Bahkan selama bulan Ramadhan, seluruh warga binaan diajarkan mengaji Al Quran. Bagi mereka yang belum bisa membaca Al Quran, maka para ustadz akan mengajarkan melalui Metode Iqro. Dari model inilah, ada sejumlah warga yang merasa sangat bahagia karena kini sudah memasuki tahap Iqro empat. Padahal, dulu sebelum ditahan pihaknya enggan mengaji.

Masih diuraikan Latif, acara ini digelar supaya mereka lebih bisa menemukan siapa Tuhan-Nya. Selain itu, agar mereka tidak lagi berbuat kejahatan dan bisa hidup bermasyarakat lebih baik lagi. Secara umum, kegiatan ini bukanlah semacam Pondok Ramadhan tapi merupakan acara rutin yang diadakan pengurus Pondok Pesantren Terpadu At- Taubah.

Selama ini, antusias warga binaan untuk memperdalam Ilmu Agama Islam di lembaga yang menunggu peresmian dari Pemkot Kediri ini sangatlah besar. Mereka mulai terbiasa mengikuti pengajian, mendalami Al Quran, salat lima waktu, serta ibadah sunah.

"Namun, kami terkendala dengan kapasitas masjid yang kini mencapai 400an orang. Sementara, jumlah warga binaannya sebanyak 774 orang baik pria maupun wanita," katanya. (ac/rpp)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00