• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pernik Ramadhan

Tampil Cantik dan Sehat dengan Mengonsumsi Jus Sayur Hidroponik Saat Ramadhan

3 June
14:33 2017
0 Votes (0)

RRI, Kediri: Hidup di dunia memang hanya satu kali, untuk itu gunakan peluang tersebut supaya lebih bermanfaat bagi sesama manusia. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan seorang mahasiswa jurusan Hukum asal Kediri, Yogi Pratama untuk berbagi pengalaman dan tips menjalani puasa Ramadhan 1438 Hijriah. Khususnya agar selalu tampil cantik, sehat, dan kuat meski menahan lapar, dengan memilih Menu Berbuka Puasa yang tepat yakni Jus Sayur Hidroponik.

"Mungkin akan terasa asing, terutama bagi mereka yang tidak gemar makan sayur.  Apalagi mereka yang masih minim pengetahuan tentang apa dan bagaimana manfaat sayur hidroponik bagi tubuh," kata Pembudidaya Sayur Hidroponik dan Pemilik Gerai Jus Sayur Hidroponik, di Kota Kediri, Yogi Pratama, Sabtu (3/6/2017).

Sebelum mengulas lebih tentang Jus Sayur Hidroponik, jelas Yogi, ada baiknya lebih mengenal apa itu Hidroponik. Secara umum, Hidroponik merupakan salah satu metode tanam menggunakan air dan dilakukan tanpa memakai pestisida. Dengan cara ini, hasil sayur atau buah yang dipanen lebih kaya gizi.

Oleh sebab itu, mengonsumsi Jus Sayur Hidroponik saat berbuka puasa sangatlah tepat. Idealnya menu ini dikonsumsi layaknya takjil atau diminum awal sebelum makan menu utama. Tujuannya, agar Jus Sayur ini dapat menjadi penetral tubuh yang seharian berpuasa.

"Dengan begitu, tubuh kita terutama lambung tidak akan kaget seketika ada makanan yang masuk. Lalu, setengah jam kemudian barulah menu utama bisa dinikmati bersama makanan lainnya," ujarnya.

Bagi yang tidak suka sayur, kata dia, mereka tak perlu khawatir karena Jus Sayur ini tidak berasa pahit. Terlebih,  selama ini orang awam menilai sayur itu berasa pahit. Padahal, yang membuat pahit itu adalah kandungan pestisida di sayur tersebut.

Sementara itu, di gerainya yang berada di Jalan Budaya Cipta 1 Nomor 7 Kota Kediri,dia memiliki sembilan varian menu Jus Sayur Hidroponik. Seluruhnya dikemas dalam wadah botol unik dan pilihan bervariasi. Mulai kemasan botol kelas biasa yang ditawarkan dengan harga Rp20.000 per botol, maupun premium seharga Rp35.000 per botolnya.

Dari semua menu ini, sebut dia, yang paling digemari konsumen adalah Jus Sayur kombinasi dengan Buah Naga. Komposisi jus ini merupakan perpaduan sayur hijau seperti Daun Pagoda, Daun Mint, dan Buah Naga Merah.

"Jika jus ini diminum secara rutin maka dapat mencegah berbagai penyakit berbahaya di dalam tubuh, misalnya kanker, diabetes, kolesterol, asam urat, dan kegemukan. Bahkan mereka yang ingin awet muda juga disarankan mengonsumsi jus ini," katanya.

Seperti pengalaman Yogi terdahulu, ketika ada saudaranya yang mengidap penyakit berbahaya. Akhirnya dia mulai meramu berbagai sayuran hijau supaya keluarganya ini tetap sehat. Dengan resep sederhana itu, lama-kelamaan penyakit yang diderita keluarganya berangsur sembuh.

Melalui bisnis Jus Sayur Hidroponik ini,  Yogi mengaku, pundi-pundi uangnya perlahan menumpuk. Dari yang awalnya mahasiswa biasa, maka sekarang dapat hidup mandiri dengan uang sendiri. Terlebih, dalam satu bulan dia bisa mengantongi omzet hingga delapan juta Rupiah.

Mengenai metode pemasaran, dia memiliki cara unik yakni bersinergi dengan komunitas penggemar sepeda pixy di Kota Kediri. Sebelumnya memang dia pernah menggunakan jasa pengiriman swasta yang memakai kendaraan bermotor. Tapi upaya itu dihentikan, karena dia ingin mengirimkan Jus Sayur itu dengan tanpa menambah polusi udara di Kota Tahu.

"Akhir-akhir ini memang kondisi pencemaran udara di sini dalam taraf memprihatinkan karena banyaknya jumlah kendaraan bermotor," katanya.

Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan media sosial dalam memperluas jaringan pasarnya. Seperti memakai Facebook, Instagram, serta membuat Blog khusus Sayur Hidroponik.

Di samping menjalani usaha Jus Sayur hidroponik, dia juga memiliki Kebun Sayur Hidroponik sendiri. Dengan begitu, dia tak akan khawatir kehabisan stok sayurnya. Lantaran semua pasokan sayur hijau ini tersedia di kebunnya. Contohnya ada Daun Mint, Daun Selada, Daun Kale, Daun Pagoda, Sawi Hijau, Pak Coy, Kailan, dan lainnya. Untuk setiap kemasan sayur ini, dia menjualnya dengan harga terjangkau misalnya harga Selada dipatok 5.000 Rupiah per kemasan plastik.

Dia berharap, kehadiran Jus Sayur dan Sayur Hidroponik ini dapat sekaligus mengubah pemikiran masyarakat tentang sayur. Bahkan, dengan makan sayur banyak manfaat positif yang bisa diperoleh masyarakat.

Melihat keberhasilan bisnis ini, salah satu warga Kecamatan Mojoroto di Kota Kediri, Marniati mengatakan, sangat tertarik mengembangkan bisnis serupa di rumahnya. Tak pelak, dia rela datang ke gerai Yogi untuk bertukar pengalaman.

Namun karena keterbatasan faktor cuaca dan lahan, Marniati belum bisa mewujudkan mimpinya. Meski demikian, dia tak patah arang karena terus berusaha mencari lahan baru yang cocok untuk bisnis Sayur Hidroponik.

Bahkan perempuan yang tergabung, dalam Komunitas Kediri Runners ini terus menjalankan niatnya untuk mengonsumsi aneka sayur. Hal itu dilakukannya karena dia membutuhkan asupan gizi seimbang, demi menjaga kesehatan tubuhnya dan saat menjalankan hobinya berlari. (ac/rpp) 

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00