• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Perluas Pangsa Pasar, UKM Indonesia Diajak Go Digital

15 May
14:15 2017
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya: Hari ini, Senin 15 Mei 2017, Google mengumumkan dimulainya Gapura Digital di 10 kota di Indonesia, sebuah program training yang ditujukan bagi para pemilik usaha kecil dan menengah UKM.

Sejak peluncurannya di tahun 2014, Gapura telah menjangkau 7.000 UKM di 6 kota di Indonesia sebagai usaha untuk membantu para pemilik UKM memperkenalkan merk mereka di internet, dan memberikan tips untuk maksimalkan internet dalam mengembangkan usaha mereka.

"Google berkomitmen dalam membantu UKM untuk membawa usaha mereka ke ranah digital dan membantu Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara" kata Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia.

Menurutnya, lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi serta menemukan produk dan tempat-tempat baru.

Sebuah riset dari Deloitte Access Economics menunjukkan bahwa para pemilik UKM Indonesia yang memanfaatkan internet dalam memasarkan bisnis mereka mendapatkan sampai dengan 80% peningkatan pendapatan.

"Kami telah mendukung lebih dari 700.000 bisnis online dan melalui Gapura Digital, kami akan membantu lebih banyak lagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka dengan memanfaatkan kemampuan internet." tambahnya.

Selain Gapura Digital, Google juga mengumumkan sebuah layanan situs web gratis dari Google Bisnisku yang diluncurkan untuk pertama kalinya di Indonesia. Dalam situs ini para pemilik bisnis utamanya UKM, bisa mendaftarkan bisnis mereka dan mencantumkan informasi lebih banyak tentang bisnisnya seperti informasi lokasi toko, cara membuat janji, memesan meja, atau mendaftar untuk menerima newsletter.

Dengan lebih dari 55 juta UKM berkontribusi terhadap 60% GDP dan hampir 97% lapangan kerja di Indonesia, sektor perekonomian ini jelas memiliki potensi yang besar. Karena itu, Google berharap bahwa program Gapura Digital dapat membantu semakin mempercepat peningkatan ekonomi Insonesia dengan cara memastikan para pemilik UKM memiliki kesiapan untuk berkembang di lingkungan bisnis yang semakin mengarah ke dunia digital.

Di sisi lain masih banyak pelaku usaha yang enggan membuat situs web. Mereka berasumsi pembuatan situs web membutuhkan biaya mahal, waktu yang lama, dan rumit. 

"Menurut riset 40 persen konsumen yang mencari informasi tentang bisnis itu dengan mengunjungi website. Sayangnya dari 55 juta pelaku UKM di Indonesia, baru 16 persen yang sudah punya website," kata Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia pada peluncuran Gapura Digital di Cipitra ArtPreneur, Jakarta.

Fitur pembuatan website gratis ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha yang telah mendaftarkan bisnisnya di Google Bisnisku (Google My Business). Saat ini sudah tersapat sedikitnya 700.000 usaha yang didaftarkan di Google Bisnisku.

Sementara itu Menkominfo Rudiantara menyambut baik program Gapura Digital di 10 kota di Indonesia dalam membantu UKM memperluas pemasarannya.

Menurutnya, kelompok ekonomi UMKM adalah kelompok yang bebal. Maksudnya adalah, meskipun diterjang masalah perekonomian global, namun UMKM tetap mampu survive.

Hal ini dibuktikan pada 1998 dan 2008, ketika perekonomian Indonesia dalam keadaan yang tidak stabil. Atas dasar itulah pemerintah akan terus mendukung pelaku UMKM melalui tools digital.

"Dalam ekosistem berbisnis ini pemerintah bukan hanya memandatkan tools digital tapi juga memfasilitasi. Pemerintah mendukung lewat jaringan," kata Rudiantara. (Erm/Rpp)

  • Tentang Penulis

    Ermina Jaen

    Editor Siaran RRI Surabaya

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00