• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Mahasiswa Untag Ciptakan Monitoring Pengawatan Tripping Coil dan Suhu Kontak PMT

17 February
16:48 2017
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Mahasiswa Teknik Elektor UNTAG Surabaya, M. Hadi Purnomo berhasil menciptakan Sistem Monitoring Pengawatan Tripping Coil dan Suhu Kontak PMT untuk Mengantisipasi Kegagalan Trip.

"Sebagian besar saluran distribusi tersebut (70%) dialirkan ke pelanggan industri melalui Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM). Saluran tersebut sangat rawan terhadap gangguan alam yang dapat mempengaruhi kinerja PT PLN dalam melayani penyaluran tenaga listrik," ungkap Hadi usai  melakukan uji coba alatnya, Jum'at (17/2/2017).

Ia menambahkan gangguan yang ditimbulkan juga dapat merusak peralatan listrik pelanggan maupun PT. PLN. Untuk menghindari hal tersebut, terdapat seperangkat sistem proteksi yang berguna untuk melindunginya, seperti sistem proteksi Kubikel 20Kv. 

"Nah, salah satu bagian dari kubikel 20Kv adalah Pemutus Tenaga (PMT).  PMT bekerja sebagai penggerak mekanis operasional aliran tenaga listrik," urainya. 

Selain itu perangkat ini diakui Hadi juga berperan penting dalam melepas sirkuit ketika ada gangguan hubung singkat pada saluran listrik sehingga titik gangguan dapat dilokalisir dan mencegah pemadaman yang lebih luas.

Hadi menyebut tantangan terbesar PT. PLN (Persero) adalah menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik. Banyak pelanggan industri saat ini yang menggunakan sistem tenaga listrik 20Kv. Sistem tenaga listrik tersebut bersumber dari Gardu Induk dari tegangan transmisi yang diturunkan oleh Transformator tenaga 150Kv/20Kv maupun 70Kv/20Kv yang terbagi menjadi beberapa penyulang (feeder).

"Perangkat ini juga berperan penting dalam melepas sirkuit ketika ada gangguan hubung singkat pada saluran listrik sehingga titik gangguan dapat dilokalisir dan mencegah pemadaman yang lebih luas," ujarnya. 

Mahasiswa kelahiran Mojokerto, 3 Desember 1991 ini berharap dengan sistem yang dibuatnya, permasalahan yang terjadi pada peralatan dapat diketahui lebih dini, sehingga kegagalan trip dan terbakarnya PMT dapat dihindari. Dampak lain seperti kWh yang tidak terjual dapat ditekan dan yang paling utama adalah pelayanan tenaga listrik semakin baik. (Benz/RPP)

  • Tentang Penulis

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

  • Tentang Editor

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00