• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Pantai Watukarung, Surga Tersembunyi di Pacitan

31 August
16:29 2016
0 Votes (0)

RRI Surabaya; Keindahan pantai-pantai di wilayah kabupaten Pacitan, tidak perlu diragukan lagi. Sebab tidak sedikit destinasi yang penuh tantangan dan pesona di kabupaten yang dikenal dengan sebutan wilayah 1001 Goa itu.

Mulai dari pantai Telengria yang hanya berjarak 3 Kilometer dari  pusat kota, Pantai Soge  yang  terkenal dengan Jembatan uniknya, Pantai Taman diwarnai penangkaran Penyu, Pantai Klayar berhias pesona batu karang dan air mancur laut  hingga  Pantai Watu Karung populer  sebagai Surganya Turis Mancanegara.

Dari beberapa obyek pantai yang berada diwilayah Samudra Indonesia, Pantai Watu Karung  sebagai obyek wisata yang beberapa tahun terakhir diminati  wisatawan mancanegara.

Pantai Watukarung  yang berlokasi di desa Watukarung  kecamatan Pringkuku ,sekitar 30 Kilometer dari pusat kota Pacitan, tidak hanya dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi, namun juga  angkutan umum dari terminal kota Pacitan  menuju desa Pringkuku bertarif Rp 20.000.- untuk sekali berangkat.

Karakter  pantai Watukarung yang kini menjadi surganya para Surfer (Peselancar) memiliki  deburan ombak  setinggi 7 kaki yang menjadi tantangan para surfer untuk menguji kemampuanya dalam melakukan atraksi surfing. Disisi lain, keindahan barisan batu karang yang mengagumkan ketika matahari mulai terbenam memunculkan siluet salah satu batu karang hingga membentuk  wajah seorang putri  dengan julukan putri Samudra.

Hamparan pasir putih  menambah eloknya  kawasan pantai Watukarung dan membuat  wisatawan merasa nyaman diantara sengatan sang mentari serta buaian angin laut. Pemandangan yang indah penuh penuh pesona, hamparan pasir putih, suasana yang damai dan deburan ombak yang menantang, membuat  wisatawan  lebih menyukai bermain selancar dan berjemur di kawasan pantai Watukalung.

Richard wisatawan dari Australia  yang sebelum telah berkeliling mengunjungi pantai di wilayah pulau Bali mengakui, keindahan pantai Watukarung memang spektakuler.

"Saya sangat suka  pantai Watukarung, selain tidak terlalu ramai  juga ombaknya besar  bagus untuk berselancar ", Ujar Richard yang juga dikenal sebagai koordinator club Selancar.

Sementara Siti, yang bersuamikan warga negara Australia Neil sependapat  dengan Richard terkait keindahan pantai Watukarung dan keberadaan Ombak yang besar dan tinggi.

"Suami saya memang sangat senang keindahan alam dan ombak yang  menantang untuk berselancar", Ungkap  Siti  yang kelahiran Solo dan sudah lima tahun bermukim di Watukarung.

Selain di Watukarung untuk menemani suami bermain selancar, Siti juga mengelola Homestay yang berkapasitas 4 kamar, dengan tarif Rp.80.000,- sampai Rp.100.000,- per hari.

Selain itu, Kepala Desa  Watukarung  Wiwid Peni Dwi Antari mengatakan, pengembangan obyek Wisata Pantai Watukarung, tidak terlepas sarana-prasarana termasuk akomodasi-Homestay.

"Pembangunan Homestay di Watukarung, tetap berlandaskan ketentuan yang berlaku dan harus tetap sesuai dengan kondisi lingkungan. Sampai saat ini terdapat 20 Homestay dengan waktu inap Satu Minggu  sampai Satu bulan", Beber Kepala Desa Wiwid  yang  alumni S-1 Universitas Brawijaya Malang dan S2-dari Universitas 11 Maret Surakarta itu.

Berbicara  kesiapan  masyarakat desa Watukarung  sebagai tuan rumah wisatawan  dari dalam dan luar negeri, menurut Wiwid yang menjadi Staf pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Al Fatah Pacitan, disamping diarahkan menjadi pemandu wisata yang mumpuni juga memiliki bekal ketrampilan membuat  Soevenir dan Membatik .

"Sementara untuk produk Soevenir dari Watukarung masih dalam proses tahap pencarian dan seni Membatik sudah berjalan, meski  belum optimal", Tutur Wiwid yang juga pembina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)  obyek Watukarung.

Tantangan mengembangkan potensi obyek wisata pantai Watukarung ungkapnya, mengupayakan fasilitas umum  dan mewujudkan  kondisi obyek wisata Watukarung yang nyaman dan aman. Untuk itu, pihaknya terus mengajak kalangan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan pantai Watukarung yang terkenal memiliki keindahan ombak terbesar di Asia.

Untuk mengelola potensi wisata tersebut, tidak hanya membutuhkan peran dari penduduk setempat saja, namun juga perhatian dari  Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Kabupaten Pacitan serta Dinas Kebudayaan Pariwisata Jatim.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan Wasi Prayitno mengaku dalam 5 tahun terakhir, pembenahan infra struktur menuju obyek wisata  strategis, seperti dan Goa terus dilakukan secara optimal.

"Saat ini jalan menuju obyek wisata pantai Klayar  dan Goa  Gong sudah tidak seperti dulu lagi, karena telah mengalami pelebaran, sehingga dijamin tidak ada lagi kemacetan  menuju kedua obyek tersebut, begitupun  akses jalan menuju  Pantai Watukarung  meski belum mengalami pelebaran tapi terus dilakukan perbaikan  agar tetap mulus", Beber Wasi Prayitno yang berkeinginan agar berbagai pihak termasuk  masyarakat desa Watukarung menjaga keindahan dan kelestarian obyek wisata Watukarung yang kini dikenal Surganya  peselancar mancanegara.

Terkait keberadaan obyek wisata Watukarung yang semakin tahun semakin dikunjungi  wisatawan mancanegera  baik dari negara benua  Eropa maupun Australia  dan Amerika  Pengamat  Pariwisata Pacitan  Sasongko mengingatkan, agar pihak Pemerintah Desa dan Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Pacitan, memberikan pemahaman Sapta Pesona secara optimal kepada elemen masyarakat desa Watukarung.

"Tujuh Unsur  Sapta Pesona,  yakni  Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kenyamanan,  Keindahan,  Keramahtamahan dan Kenangan  mutlak harus dipahami masyarakat desa Watukarung, jika obyek Wisata Watukarung ingin menjadi obyek wisata yang lebih mendunia", Tandas Sasongko yang juga dikenal sebagai penulis obyek wisata Pacitan.

Potensi  Watukarung  sudah tidak perlu diragukan lagi, hanya tinggal pengelolaanya dan implementasi secara dari Sapta Pesona. Untuk itu, bagi wisatawan yang ingin berkunjung, silakan datang ke Pacitan dan menikmati keindahan Pantai Watukarung. (Kris Maryono/Dinie)

Keterangan Foto ;

1- Wiwid Dwi Antari - Kepala Desa Watukarung, 

2- Obyek Wisata Watukarung

3- Siti - Pengelola Homestay

4- Richard - Wisawatan sekaligus Peselancar dari Australia.

  • Tentang Penulis

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

  • Tentang Editor

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00