• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Berawal Dari Hobi, Produsen Roti Melinjo Raih Omzet Luar Biasa Jelang

27 June
11:30 2016
1 Votes (5)

RRI, Kediri: Berkah Ramadhan, memang tak bisa diduga oleh siapa pun. Mau usia muda, tua, kaya maupun miskin, mereka bisa meraih anugerah Illahi tersebut. Semua itu tergantung bagaimana pintu rejeki telah terbuka untuk mereka. Salah satunya, dialami produsen Roti Melinjo Asmorobangun, Ainur Rozi.

Saat ditemui RRI, di Kediri, Senin (27/6/2016/), pria berusia 49 tahun itu tampak sumringah. Lantaran, usahanya yang dirintis karena faktor kesengajaan justru mampu membuat pundi pundi keuangannya penuh.

"Alhamdulillah, menjelang Lebaran ini penjualan saya meningkat lima kali lipat atau menembus 500 persen dibandingkan normal. Saya sampai kewalahan memenuhi permintaan konsumen," kata pria berkacamata yang akrab disapa Rozi.

Pencapaian itu, tak lain karena usaha yang keras dan dukungan penuh dari sang istri. Apalagi, sejak awal memang bisnisnya itu dilatarbelakangi hobi istrinya yang gemar memasak beragam roti. Sampai pada Lebaran tahun lalu, pendamping hidupnya itu menemukan resep Roti Melinjo yang dibuatnya sendiri.

Alhasil, kudapan dengan tampilan sederhana yang disajikan kepada tetangga dan tamunya saat lebaran kemarin malah memperoleh respon positif. Ada konsumen yang awalnya pesan satu hingga dua kilogram dan lama kelamaan bertambah banyak.

Umumnya, para tetangga desanya sangat  mendukung kalau sang istri Rozi, yang bernama Suryani segera membesarkan usahanya membuat Roti Melinjo. Apalagi, memang penganan itu memiliki ciri khas rasa unik dan belum ditemui di manapun.

Terkait pemasaran produk, pria asal Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri itu mengatakan, sebelumnya Roti Melinjo dikemas plastik mika bening dan dititipkan di toko-toko sebelah rumahnya.

Lalu, dalam waktu satu minggu produknya cepat habis dan banyak diburu pelanggan. Akhirnya, pada saat ini pemasarannya semakin meluas. Bahkan toko-toko di daerahnya meminta agar pasokan jangan telat.

Di pasar lokal, ulas dia, usahanya sudah meluas hingga daerah Kepung, Puncu, dan Kandangan. Kalau di luar kota sudah merambah Pusat Oleh-Oleh di Batu, Malang, Solo, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bondowoso, Semarang, Jakarta, dan Bali.

"Untuk merek Roti Melinjo ini, saya beri nama Asmorobangun. Alasannya, saya ingin mengangkat nama desa dan kini merek itu sudah dipatenkan," katanya.

Selama bulan Ramadhan ini, dia bersama lima karyawannya bisa memproduksi 84 toples Roti Melinjo per hari. Meski begitu, ada saja sejumlah hambatan yang dialaminya. Seperti, kapasitas produksi yang masih kecil karena semua harus dikerjakan secara manual.

Akibatnya, bahan roti itu tidak mau beradaptasi dengan cetakan stainless steel maupun kuningan. Bahkan cenderung lengket dan saat dicetak berlubang karena melinjonya tampak menonjol. Untuk menyiasatinya, saat ini dia dan tim produksi sedang berinovasi guna menemukan bentuk dan cetakan Roti Melinjo yang sesuai permintaan pasar.

Mengenai harga, lanjut dia, pihaknya mematok harga yang sangat terjangkau bagi konsumen. Misalnya, Roti Melinjo kemasan plastik mika seharga Rp7.500 per kemasan. Lalu, untuk kemasan kotak harga di pusat oleh-oleh mencapai Rp17.000 sedangkan kemasan toples edisi Lebaran seharga Rp25.000 per toples. (Ayu Citra/Dinie)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00