• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Kampung Inggris Pare Bersenandung Kala Ramadhan

26 June
13:28 2016
1 Votes (5)

RRI, Kediri : Pare, adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kediri. Sampai saat ini nama daerah itubtak hanya terkenal di penjuru Nusantara tapi juga tersohor di luar negeri.

Ketua Forum Kampung Bahasa, Miftahul Asror, Minggu (26/6/2016), menyatakan, hal itu karena ada seorang antropolog ternama dunia Clifford Geertz, yang melakukan penelitian di Pare dan menuliskannya dalam sebuah buku berjudul The Religion of Java. Dalam buku it u Geertz menyamarkan Pare dengan nama "Mojokuto".

"Selama di Pare, Geertz sering bertukar pikiran dengan Kyai Yazid ibnu Thohir yang merupakan perintis Kampung Inggris," kata Miftahul, kepada RRI, di Kediri, Minggu (26/6/2016). 

Pare, terletak 25 kilometer sebelah Timur Laut Kota Kediri atau 120 kilometer barat daya Kota Surabaya. Selain itu, Pare berada di jalur Kediri-Malang dan jalur Jombang-Kediri serta Jombang-Blitar.

Masih dikatakan Miftahul, kini Pare mulai sangat dikenal oleh masyarakat lokal maupun global. Lantaran ada sebuah perkampungan yang disebut Kampung Inggris.

Kisah Kampung Inggris itu, berawal dari perjuangan dan kiprah Kalend Osen sang Pendiri lembaga kursus Basic English Course (BEC) Pare. Dia adalah seorang pria berkewarganegaraan Indonesia yang berasal dari Kalimantan Timur.

Sampai sekarang, Kampung Inggris telah menghasilkan ribuan murid yang tersebar di seluruh Indonesia maupun di dunia. Dan tentunya perkembangan itu tak akan dilupakan oleh seluruh penduduk Pare. Apalagi bagi masyarakat di desa Tulungrejo dan Pelem.

"Kedua desa itu merupakan cikal bakal lokasi Kampung Inggris," katanya.

Hal itu berkembang dari lembaga kursus tertua dan pertama yaitu BEC. Perlahan-lahan dari satu kursus kini menjamur menjadi 200an lembaga hingga dikenal menjadi Kampung Inggris.

Sementara itu, pada bulan Ramadhan 1437 Hijriah Kampung Inggris mengajak masyarakat Kediri dan sekitarnya untuk bersholawat bersama melalui perhelatan Ramadhan Fair 2016. Agenda itubdiadakan mulai tanggal 16 hingga 18 Juni 2016 dan dimeriahkan oleh berbagai acara bernuansa islami.

Pada acara Ramadhan Fair tahun ini diadakan bazaar ramadhan yang menjual aneka makanan minuman dan souvenir. Ada pula lomba adzan, lomba menghafal surat pendek dan al banjari. Kemudian juga diadakan festival Ramadhan yang diramaikan ratusan pelajar dan masyarakat sekitar di Kampung Inggris.

Bahkan, pada malam puncak Ramadhan Fair yakni tanggal 18 Juni lalu, Kampung Inggris tampak khidmat dan tenang saat digelar Pengajian Akbar yang dimulai pukul delapan malam Waktu Indonesia Barat. Saat itu, pengunjung dan tamu undangan yang hadir ikut bersholawat dan melantunkan pujian kepada Allah SWT maupun Nabi Muhammad SAW.

"Apalagi pada malam itu juga hadir Budayawan Kondang asal Madura, Zamawi Imron, Menpora RI, Imam Nahrowi beserta stafnya," katanya.

Walau demikian, masyarakat kampung bahasa sangat kecewa dengan minimnya perhatian dari Pemkab Kediri. Penyebabnya, agenda tahunan yang kini memasuki tahun keempat itu kurang mendapat perhatian baik secara material maupun nonmaterial.

"Akibatnya acara itu, terlaksana dengan dana swadaya dari masyarakat dan pelajar di Kampung Inggris," katanya.

Padahal, lanjut dia, selama ini kampung inggris Pare yang telah berusia 35 tahun sudah berkontribusi besar bagi nama Kabupaten Kediri di mata masyarakat lokal hingga internasional. Terlebih setiap tahun Kampung Inggris tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Umumnya, mereka ingin belajar Bahasa Inggris maupun budaya masyarakat di sana. (Ac/Rpp)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00