• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

'Sego Ampok' Makanan Sehat Penderita Diabetes Saat Berpuasa

22 June
11:55 2016
1 Votes (5)

KBRN, Kediri: Mendengar nama jagung siapa yang tak mengenalnya. Buah warna kuning dan bertongkol itu memiliki sejuta khasiat bagi penikmatnya. Sebut saja, jagung rebus atau bakar, popcorn, bakwan jagung yang banyak digemari masyarakat.

"Akan tetapi, untuk olahan jagung yang satu ini yaitu nasi jagung atau dikenal dengan sego jagung alias ampok mungkin hanya segelintir orang mengenalnya sebagai panganan pengganti nasi," kata Pemilik UKM Nasi Jagung (Sego Ampok) dengan brand Restu asal Kediri, Suharmamik Yulianti, di Kediri, Rabu (22/6/2016).

Bagi mereka, yang sadar terhadap kesehatan tubuhnya pasti tak akan berpikir lama dalam memutuskan membeli dan mengonsumsi nasi jagung. Terutama, pada bulan Ramadhan saat ini di mana sejumlah masyarakat berlomba mencari pahala dan berupaya menyelesaikan ibadah puasanya dengan pola konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Namun, sangat disayangkan ketika sejumlah penjual makanan minuman maupun takjil lain memperoleh berkah Ramadhan hal itu tak dialami oleh perempuan berusia 53 tahun itu.

Kondisi itu, disebabkan masih banyak orang yang berpuasa tapi belum memiliki kepedulian besar terhadap tubuhnya. Mereka masih gemar makan kenyang dengan nasi yang notabene mengandung zat gula tinggi. Akibatnya penyakit diabetespun mulai menyerangnya.

Perempuan yang akrab disapa Mamik itu mengaku, pada Ramadhan kali ini pihaknya belum mampu mencatatkan angka penjualan fantastis.

Bahkan, selama dua pekan puasa nyaris ibu dua anak itu libur produksi. Terkecuali, ada pesanan dari konsumen tapi hal itu belum juga bisa memperbaiki performa penjualannya.

Walau begitu, warga Desa Nanggungan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri itu tak kenal istilah putus asa. Demi membantu ekonomi keluarganya dia terus berusaha dan dibantu lima orang tenaga kerja.

Alhasil, UKM yang juga binaan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri ini menghabiskan sedikitnya 20 kuintal jagung per bulan. Dari jumlah bahan baku tersebut dapat dihasilkan ampok sebanyak 16 kuintal per bulan.

Pada bulan normal, biasanya belasan kuintal ampok habis diserap pasar. Konsumen sendiri, selama ini masih sekitar Kediri, Nganjuk, Malang, dan Surabaya. Tapi ada salah satu pelanggan luar pulau yang rutin mengambil ampoknya yaitu dari Provinsi Riau.

Mengenai usaha ampoknya, hal itu berawal dari kisah sedih gagal panen yang dialaminya. Saat itu panen jagungnya terserang penyakit bulai. Untuk itu, daripada jagung tersebut tak berguna lalu dibuat ampok dan dipadukan dengan resep keluarga.

"Alhamdulillah, masyarakat sangat menyukai olahan jagung itu," kata Mamik.

Untuk menarik perhatian konsumen, dia mengemas ampoknya menjadi dua jenis kemasan. Pertama, kemasan dengan berat bersih 200 gram diberi harga dua ribu Rupiah dan 550 gram seharga lima ribu Rupiah.

Dari penjualan ampok itu, perempuan berhijab tersebut mengaku bisa memperoleh keuntungan sebesar 50 persen dan selama ini cukup membantu meringankan beban keluarga. Selain itu, dia dapat membawa dua anak kandungnya menempuh pendidikan di bangku kuliah dan diharapkan bisa ikut mengembangkan usaha ampoknya. (ac/rpp)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00