• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Berbagi Keikhlasan Melalui Operasi Pasar Selama Ramadhan

18 June
14:21 2016
2 Votes (5)

RRI, Kediri: Ramadhan, bukan hanya sekadar bulan untuk mencari berkah dan pahala. Akan tetapi, menjadi momentum umat Islam dalam berbagi keikhlasan dengan sesama yang kurang mampu.

Hal tersebut, dilakukan oleh Pemerintah Kota Kediri di mana pada bulan ini, mereka dan seluruh lembaga terkait bersinergi membantu masyarakat miskin. Tujuannya, untuk meringankan beban mereka saat berpuasa, terlebih saat ini harga berbagai bahan pokok merangkak naik.

"Kami sangat terbantu dengan adanya operasi pasar seperti ini karena bisa beli sembako dengan harga murah. Misal, harga gula pasir dijual Rp11.000 per kilogram sedangkan di pasaran dipatok antara Rp15.000 hingga Rp16.500 per kilogram," kata salah seorang pembeli di Operasi Pasar Murni Pemkot Kediri, Esti Maryati, di Kediri, Sabtu (18/6/2016).

Pada kesempatan sama, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengemukakan, kebanggaannya bisa memberikan uluran tangan bagi warganya yang memang membutuhkan bantuan guna menjalani Bulan Ramadhan 1437 Hijriah.

"Upaya itu, kami wujudkan dengan menggelar Operasi Pasar Murni (OPM) mulai tanggal 8 Juni hingga 28 Juni mendatang," kata Abdullah.

Pria ramah yang akrab disapa Mas Abu, mengatakan, pelaksanaan operasi pasar itu melibatkan sejumlah instansi pemerintah hingga petugas kepolisian. Pasalnya, dia tidak ingin kecolongan pada OPM yang digelarnya pada Ramadhan ini.

Penyebabnya, beberapa waktu lalu saat menghadiri Operasi Pasar Murah Pemprov Jatim di Pasar Bandar Kota Kediri, pihaknya melihat antrean masyarakat yang mengular. Namun, ironisnya pemandangan yang tak apik itu dilihatnya tanpa pengamanan ketat dari petugas kepolisian.

"Untuk mengurai antrean itu, kami langsung mengerahkan sejumlah petugas Satpol PP Kota Kediri. Alhamdulillah dalam waktu singkat, masyarakat miskin yang antre di OPM itu bisa membeli bahan pokoknya dengan nyaman dan aman," tegasnya.

Mengenai bahan pokok yang dijual, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi Kota Kediri, Yetty Sisworini, menerangkan, ada empat komoditas yang disiapkan pemda setempat. Antara lain beras, minyak goreng, telur ayam ras, dan tepung terigu.

"Semua barang itu kami jual dengan harga terjangkau," kata Yetty.

Hal tersebut, ulas dia, dikarenakan adanya pemberian subsidi ongkos angkut pada setiap komoditas, mulai dari Rp1.000 hingga Rp2.500. Bahkan,  sekaligus masa ini adalah waktu tepat untuk berbagi dengan sesama yakni warga kurang mampu di Kota Tahu.

"Agenda OPM ini kami lakukan di 46 kelurahan dan satu pasar tradisional di kota ini, yakni Pasar Setono Betek. Bagi konsumen, jangan khawatir kehabisan stok karena di masing-masing titik kami sudah menyiapkan pasokan bahan pokok yang cukup," katanya.

Untuk ketersediaan barang di operasi pasar yang dananya berasal dari anggaran pemda setempat, Disperindag Tamben Kota Kediri menjamin stoknya aman. Di antaranya minyak goreng kemasan 1,8 liter per kemasan ada sebanyak 192 bungkus di setiap titik OPM. Stok telur ayam ras tersedia 150 kilogram, beras sebanyak 150 kilogram, dan 350 kilogram gula pasir.

Melalui berbagai langkah strategis itu, Disperindag Tamben Kota Kediri bersama Pemkot Kediri dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat meyakini, harga komoditas bahan pokok di kota itu semakin stabil selama Ramadhan maupun Lebaran mendatang.

Apalagi, sebut dia, sebelumnya Pemerintah Provinsi Jatim juga melaksanakan Operasi Pasar Murah di 38 kabupaten/kota di wilayah kerjanya mulai tanggal 27 Mei hingga 1 Juli 2016. Pada acara itu, Pemprov Jatim juga menerapkan subsidi ongkos angkut sehingga harga bahan pokok bisa lebih terjangkau oleh masyarakat kurang mampu.

Kini, dampak positif OPM juga telah terasa di mana harga berbagai bahan pokok mulai turun. Contohnya, pada awal Juni ini harga gula pasir di pasaran turun Rp500 per kilogram dibandingkan harga bulan lalu di posisi Rp16.500 per kilogram.

Senada dengan Yetty, Koordinator TPID Kota Kediri, Djoko Raharto, mengemukakan, kegiatan semacam operasi pasar telah mampu memberi pengaruh yang baik terhada atmosfer perdagangan di kota tersebut. Salah satu indikatornya, upaya intensif Pemrov Jatim bersama Bulog dan TPID yakni Operasi Pasar Murah membuahkan hasil membanggakan.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Kota Kediri, melanjutkan, pada bulan Mei lalu angka inflasi di kota itu berada di level 0,12 persen. Dengan begitu, inflasi tahun kalender antara Januari hingga Mei 2016 untuk Kota Kediri justru deflasi 0,10 persen. Lalu, secara tahunan inflasinya hanya 1,83 persen atau bertahan sebagai kota dengan angka inflasi terendah di Pulau Jawa. (ac/rpp)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00