• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Ikan Tuna Asap Pilihan Masyarakat Kediri Untuk Menu Berbuka

18 June
14:10 2016
1 Votes (5)

KBRN, Kediri - Pada bulan Ramadhan, ujian terberat orang berpuasa adalah menahan lapar dan dahaga. Apalagi saat ini, tatkala kondisi cuaca memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau.

"Untuk itu, umat muslim harus pandai memilih makanan atau minuman yang akan dikonsumsi seperti saat berbuka puasa maupun sahur. Jangan asal makan dan kenyang," kata Penjual Ikan Tuna Asap, Suparno, di Kediri, Sabtu (18/6/2016).

Pria asal Trenggalek itu menjelaskan, idealnya untuk menu berbuka puasa atau sahur harus mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Komoditas yang dipilih dan dihidangkan juga selayaknya mengandung gizi cukup bagi tubuh.

Salah satunya, ikan laut seperti yang dijualnya selama tiga tahun terakhir yakni Ikan Tuna Asap. Di dalam ikan itu, seseorang yang berpuasa bisa memperoleh asupan gizi lengkap. Bahkan, setiap ikan yang dikonsumsi terutama ikan laut mengandung omega 3 untuk kesehatan otak.

Pada bulan Ramadhan seperti sekarang, pria berusia 45 tahun itu tak henti-hentinya mengedukasi masyarakat untuk gemar makan ikan. Alhasil, saat ini penjualan ikannya mengalami peningkatan dibandingkan normal. Hal itu juga dikarenakan kian banyak pembeli yang menyukai produknya.

Jika awalnya konsumen hanya di sekitar Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri maka sekarang sudah meluas hingga ke Kota Kediri dan paling jauh ke Kabupaten Nganjuk. Pencapaian itu karena Istri Suparno bernama Nonis Soebiyono aktif menggunakan jaringan internet untuk memasarkan ikan tuna asap secara online.

"Dalam sehari, kami bisa menjual 25 kilogram ikan. Namun, ketika akhir pekan dapat terjual 30 hingga 40 kilogram per hari," katanya.

Akan tetapi, jika angka penjualan pada Ramadhan tahun ini dibandingkan tahun lalu, memang ada penurunan omzet. Kalau Ramadhan tahun lalu, 40 ekor ikan tuna asap yang dibawa dari rumah pasti laris manis. Tapi, pada Ramadhan tahun ini dari 40 ekor ikan yang dijual, justru ada lima hingga 10 ekor ikan harus ikut pulang bersamanya.

Dia mengemukakan, sampai sekarang belum menemukan penyebab penurunan omzet tersebut. Pria beranak satu itu, hanya memperkirakan alasan penjualan ikannya turun karena konsumen mulai membatasi pembeliannya.

Terlebih, saat ini kondisi cuaca dan gelombang air laut sedang tinggi. Akibatnya banyak nelayan lebih memilih libur melaut dan mencari pekerjaan lain. Dampak lainnya, harga ikan laut semakin meningkat dibandingkan hari biasa tatkala cuaca sedang normal.

Di sisi lain, tambah dia, konsumen di daerah itu sengaja mengalihkan pembelian ke lauk-pauk lain karena bulan puasa ini memang bertepatan dengan Tahun Ajaran Baru (TAB).

Kemungkinan, lebih baik uangnya dipakai untuk mendaftarkan anaknya sekolah atau membayar daftar ulang daripada dipakai untuk mengonsumsi ikan. Terkait harga, ikan tuna asap ukuran sedang ditawarkan Rp15.000 per ekor sedangkan ukuran besar dijual Rp17.500 per ekor.

"Sebagai penjual, ya kadang ada pasang surutnya. Semua tergantung rejeki dan pada momentum Ramadhan ini saya tetap bersyukur ikan-ikan ini masih ada yang beli," katanya.

Mengenai metode pengasapan ikan tunanya, dia mengaku, produk yang didapatkan dari Pasar Bandung, Tulungagung itu menggunakan teknik gabungan antara aktivitas penggaraman, pengeringan, dan pengasapan.

Tujuan utama proses penggaraman dan penggeringan, adalah membunuh bakteri. Selain itu, metode itu sekaligus membantu mempermudah melekatnya partikel-partikel asap waktu proses pengasapan berlangsung.

Dalam proses pengasapan, sebut dia, unsur yang paling berperan adalah asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu. Pada pengasapan menghasilkan efek pengawetan, yang berasal dari beberapa senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Khususnya senyawa Aldehide dan Asam-asam organik.

Sementara, ikan yang akan diolah harus dalam keadaan segar dan tidak mengalami cacat fisik. Aneka jenis ikan yang cocok untuk diolah menjadi produk asap misalnya tuna, tongkol, cucut, tenggiri, belanak, bandeng, dan cumi-cumi.

Kemudian, untuk menghasilkan ikan asap yang bermutu tinggi ada baiknya menggunakan jenis kayu pilihan. Salah satunya kayu yang mampu menghasilkan asap dengan kandungan unsur phenol dan asam organik tinggi.

Penyebabnya, lanjut dia, kedua unsur lebih banyak melekat pada tubuh ikan dan dapat menghasilkan rasa, aroma maupun warna daging ikan asap yang khas. Dia menyarankan lebih baik memakai jenis kayu yang keras. Di samping itu, bisa juga menggunakan tempurung kelapa sebagai bahan bakar. (ac/rpp)

  • Tentang Penulis

    Ayu Citra Sukma Rahayu

    Reporter SP RRI Kediri

  • Tentang Editor

    Admin_Surabaya

    <strong>Team</strong> <strong>Website RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com</strong>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00