• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Air Sungai Kapuas Tercemar, 50 Persen Warga BAB di Sungai

20 February
17:47 2020
0 Votes (0)

KBRN Sintang : Kualitas air di sungai-sungai Kalimantan Barat terus memburuk. Penambangan liar menggunakan bahan kimia hingga buang air besar sembarangan disebut sebagai pemicu. Saat ini, beberapa titik diantaranya tidak layak dikonsumsi Masyarakat .

Ferdo warga sintang yang menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Ia juga menyayangkan kondisi air sungai sudah tercemar dengan bakteri, kuman dan bahan kimia . Kamis ,(20/02/2020).

Ia menjelaskan, pencemaran ringan artinya air masih layak dikonsumsi jika telah diproses. Sementara tingkat sedang berarti air tidak bisa diminum meskipun sudah dimasak. “Tetapi untuk mencuci piring, pakaian, mandi, atau kebutuhan lain seperti minum ternak, menyiram tanamam, masih dalam kondisi  aman,” katanya .

 “Karena itu, kita harapkan kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi air Sungai Kapuas dan Melawi . Sampah-sampah yang sulit terurai seperti kantong plastik juga jangan dibuang ke sungai,” pinta Ferdo .

Berharap pemerintah daerah segera mencari langkah kongkret mengatasi persoalan ini. Dikatakannya, banyak hal bisa memicu pencemaran. Mulai dari banyaknya sampah yang dibuang ke sungai, seperti plastik maupun minyak bekas.

“Harus dilakukan pendekatan kepada masyarakat. Berikan pengertian tentang pentingnya menjaga sungai. Masyarakat harus diajarkan hidup bersih, jangan membuang sampah di sungai,” tegasnya .

Ditempat terpisah Masrumarwati Bidang Sanitarian Puskesmas Darajuanti Sintang menyatakan, mengkonsumsi air sungai yang tercemar tentu memunculkan berbagai macam penyakit. Terlebih, jika air tersebut mengandung unsur-unsur tidak bersahabat bagi tubuh.

Yang paling berbahaya  adalah mercury yang biasa digunakan untuk menambang emas. Mercury akan merusak kerja syaraf. Dalam jumlah dan kadar tertentu, elemen kimia bersimbol Hg dan bernomor atom 80 itupun akan menimbulkan penyakit kanker.

Unsur biologi yang terkandung dalam air sebenarnya juga tak kalah berbahaya . Contohnya bakteri e coli yang berasal dari kotoran manusia. “Kandungan e coli dalam air juga bisa membuat fungsi hati terganggu. Lama kelamaan, mereka yang tubuhnya banyak terkandung e coli tersebut bisa terkena sakit hepatitis, terutama hepatitis A,”. paparnya.

Soal tercemarnya sungai karena bakteri ini bukan isapan jempol belaka. mencatat lebih dari 50 persen warga masih Buang Air Besar di sungai Kapuas dan Melawi.

Untuk warga yang buang air besar di sungai, solusi yang disarankan lebih banyak membangun WC umum di kantong-kantong pemukiman masyarakat, terutama mereka yang berdomisili di tepi sungai. “Masyarakat harus kita himbau untuk tidak buang air di sungai, tapi di WC yang sudah dipersiapkan,” tambahnya . (Ram)

  • Tentang Penulis

    Ade Ramli

    reporter <br /><div id="__if72ru4sdfsdfruh7fewui_once" id="__zsc_once"></div>

  • Tentang Editor

    Taufik Hidayat

    EDITOR RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00