• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Warga Lakukan Ritual Adat Minta Terdawa Karhutla Dibebaskan

12 February
14:39 2020

KBRN, Sintang: Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) Sintang, Dewan Adat Dayak dan pasukan merah Tariu Borneo melakukan ritual adat dayak dan aksi damai bertepatan dengan sidang pembacaan tuntutan kepada enam peladang yang sedang diproses hukum di Pengadilan Negeri Sintang, Rabu (12/02/2020).

Ketua ASAP Sintang Andreas mengatakan aksi damai ini dilakukan untuk mengawal jalannya persidangan, ASAP Sintang mengaku kecewa atas belum adanya informasi terkait keinginan bertemu komisi IV DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan.

“Para peladang bukan penjahat, jika tradisi membakar ladang setiap agustus, maka diharapkan para perusahaan dapat menjaga lahan agar tidak terbakar dibulan yang sama sehingga tidak terjadi kabut asap yang membahayakan kesehatan”. Kata Andreas.

Menurut Andreas para petani di Kalimantan Barat umumnya dan Sintang Khususnya tidak mengenal kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) dan enam orang peladang yang menjalani proses hukum di Kabupaten Sintang ini hanya membakar ladang.

“Proses berladang sudah dimulai setiap bulan Mei, dilakukan bertahap, nebas, nebang pohon, dibiarkan selama dua bulan dan dibakar setiap bulan Agustus, proses ini merupakan tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh para petani di Kalimantan Barat”. Jelas Andreas.

00:00:00 / 00:00:00