• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemkab Sintang Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla

19 September
15:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Pemerintah Kabupaten Sintang akhirnya menetapkan status tanggap darurat Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla),  seusai bupati Sintang Jarot Winarno memimpin  rapat koordinasi Karhutla dengan stakeholder teknis di ruang kerja bupati Sintang.Kamis (19/9/2019) Siang.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan hasil dari rapat koordinasi Karhutla tersebut menetapkan Kabupaten Sintang dalam status tanggap darurat Karhutla selama 15 hari , dimulai sejak 19 September 2019 sampai 3 Oktober 2019.

Jarot menjelaskan pihaknya telah memutuskan mulai 19 september Kabupaten Sintang telah memasuki tanggap darurat, maka akan ada insident comander yang nantinya dipimpin langsung Komandan Kodim yang ditopang Polres Sintang dan stakholder lainya.

“ Kami sudah bekerja siang malam melakukan upaya penghentian Karhutla dan saat ini kita menghadapi medan yang cukup sulit, karena ada pegunungan Muller antara perbatasan kalbar dan Kalteng yang sulit ditempuh, sehingga kita memerlukan energi baru untuk menanggulangi Karhutla, kita akan menggunakan segala kemampuan untuk mengatasi Karhutla ini,“ Ungkap Jarot.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang Yasser Arafat mengatakan ada empat alasan dasar penetapanstatus tanggap darurat Karhutla sebagai berikut yaitu
1. Hasil ISPU menunjukkan kategori sangat tidak sehat mulai dari 7 September 2019 sampai dengan 18 September 2019..
2. Jumlah spot api masih cukup banyak dan berkelanjutan
3. Jumlah keluhan kesehatan akibat asap meningkat
4. Meningkatkan efektifitas pencegahan dan meminimalisir dampak bencana asap 
Karhutla.

Adapun langkah selanjutnya yang dilakukan dengan membentuk Satgas Penanganan Bencana Darurat Kabut Asap Kabupaten Sintang tahun 2019, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah dan melibatkan OPD dan Instansi Vertikal terkait. ( fik)



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00