• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kabut Asap, penderita ISPA di Sintang Terus Meningkat

18 September
16:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sintang: Delapan ribu orang lebih di Kabupaten Sintang diperkirakan terkena Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)  akibat terpapar kabut asap  kebakaran hutan dan lahan dan penyebab lainya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr hari Sinto Lynoh mengatakan  angka ini merupakan akumulasi keseluruhan kecamatan yang ada di Kabupaten Sintangdengan kasus ISPA sebesar 47, 63 per 1000 penduduk yang artinya setiap 1000 penduduk diperkirakan terkena ISPA 47,63 atau sama dengan 48 orang.

Wilayah yang beresiko terjadinya kasus ISPA berbeda dengan wilayah yang memiliki kasus ISPA terbanyak.

Hal ini dikarenakan untuk wilayah beresiko penentuannya didasarkan pada pembagian jumlah penduduk.Sedangkan untuk wilayah dengan kasus ISPA dihitung berdasarkan jumlah kasus yang ada di wilayah tersebut

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr Sandur Aprisca SBRS mengatakan hasil rekapitulasi dari 20 puskesmas pada 14 kecamatan  hingga selasa (17/09/2019) terdapat 1.643 kasus.

“Terjadi peningkatan yang luar biasa sejak merebaknya kabut asap di wilayah kabupaten Sintang, kasus terbanyak berada di Puskesmas Tanjung Puri 241 kasus dan Puskesmas Sungai Durian  169 kasus serta Puskesmas Mensiku 168 kasus,” Ujarnya saat dihbungi selulernya, Rabu (18/09/2019).

Pihaknya terus melakukan update maksimal jam 19.00 WIB setiap harinya  untuk mengetahui peningkatan berbagai penyakit pada 20 puskesmas, pada kondisi saat ini ISPA menjadi perhatian serius sebab terjadi lonjakan yang signifikan  pasca kondisi kabut asap.

Menurut dr Sandur untuk pencegahan ISPA harus mengedepankan pola hidup sehat, mengurangi keluar pada malam hari, memperbanyak minum air putih dan selalu menggunakan masker pada saat keluar rumah.

“ Balita , Ibu Hamil dan Manula merupakan orang yang  rentan terkena ISPA sehingga bila tidak terlalu penting dalam kondisi kabut asap seperti ini tidak perlu keluar rumah,” Ujarnya. (Fik)

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00