• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Enam Tersangka Pembakaran Hutan Dan Lahan Diamankan Polres Sintang

6 September
16:15 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sintang: Operasi bina karuna Kapuas 2019 Wilayah kerja Polres Sintang Kalimantan Barat telah menetapkan enam orang tersangka pembakaran hutan dan lahan di empat tempat kejadian perkara (TKP). 

Empat TKP ini berada di Wilayah Kecamatan Tebelian, Ketungau Tengah, Ketungau Hilir dan Binjai.

Kapolsek Sintang Kota Harjanto mengatakan kearifan lokal ada batasnya, kearifan lokal ini tidak berlaku ketika pemerintah telah menyatakan kemarau panjang dan BMKG menyatakan curah hujan dibawah normal, sehingga siapapun yang membakar ladang maka tidak ada lagi perlindungan kearifan lokal dalam membakar ladang baik itu Undang-undang Lingkungan hidup pasal 69 ayat 1 maupun surat edaran gubernur atau Bupati.

“Pada pasal 4 peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 10 tahun 2010 ayat 3 dinyatakan bahwa kearifan lokal tidak berlaku apabila sudah dinyatakan musim kemarau, musim kering dan curah hujan dibawah normal”. Kata Harjanto, Jum’at (06/09/2019).

Dikatakan Harjanto Polres Sintang maupun Polda Kalimantan Barat telah menerapkan operasi bina karuna Kapuas 2019 yang dilakukan dalam dua tahapan, tahap pertama untuk pencegahan dan penanggulangan terhadap kebakaran hutan dan lahan, personil yang terlibat melakukan patroli dengan sasaran kepada Masyarakat, petani dan peladang memberikan himbauan agar mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, namun apabila sudah terjadi, pihaknya memberikan bantuan memadamkan api.

“Saat ini telah memasuki tahapan kedua operasi bina karuna Kapuas yang dimulai 13 Agustus 2019, dalam operasi ini sasarannya adalah penindakan dan penegakan hukum di Wilayah Polres Sintang”.  Tambah Harjanto.

  • Tentang Penulis

    Suryatini

    Reporter RRI Sntang<br /><div id="__if72ru4sdfsdfruh7fewui_once" id="__zsc_once"></div>

  • Tentang Editor

    Suryatini

    Reporter RRI Sntang<br /><div id="__if72ru4sdfsdfruh7fewui_once" id="__zsc_once"></div>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00